Salah satu proyek pengembang Northcliff Ekaland. (Foto: Handy Tan)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ditahun politik 2019, investasi properti diyakini tetap tumbuh berkembang serta mendorong tunbuhnya proyek diseluruh Indonesia.

“Kami melihat adanya pertumbuhan di beberapa titik tertentu di Indonesia, yang jika dikelola dengan efektif dan efisien akan menghasilkan sesuatu yang besar. Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden itukan bunga-bunga demokrasi. Kami yakin pemerintah saat ini mampu mempertahankan kestabilan pondasi ekonomi sehingga investasi tetap berkembang dan daya beli masyarakat tetap ada,” ujar Marketing Manager Northcliff Ekaland Hendy Tan, saat dihubungi INAPEX.co.id, di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, hingga saat ini pertumbuhan penjualan properti di Indonesia bisa dibilang tidak terpengaruh oleh hiruk pikuk rangkaian pesta demokrasi ditahun ini.

Kendati demikian, ditahun 2019 pencari properti masih optimistis dengan iklim pasar properti secara nasional.

Kepuasan terhadap iklim properti ini disebabkan oleh faktor kenaikan harga properti yang stabil, serta apresiasi terhadap kenaikan harga properti jangka panjang.

Bagi para investor properti, faktor kenaikan harga ini bisa dipandang sebagai peluang investasi di masa depan.

Handy Tan mengatakan, jika sejak awal tahun lalu hingga saat ini, perusahaan terus bergerak menyongsong besarnya peluang yang ada.

Sajian desain kamar disalah satu proyek Northcliff Ekaland. (Foto: Handy Tan)

Saat ini pihaknya sedang mengembangkan 12 proyek properti di tempat-tempat yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi, terutama di area wisata kelas dunia.

“Ada di Garut, Ciawi, Anyer, Semarang, Yogyakarta, Labuan Bajo, Medan, Anambas, hingga di Sorong-Papua,” jelasnya.

Lebih lanjut, juga akan menampilkan sejumlah proyek, pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) yang berlangsung pada 2 – 10 Februari 2019 di Hal B Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Pada pameran ini, Northcliff Development akan memberikan banyak spesial diskon, serta cicilan hingga 12 bulan. Pengembang ini akan menempati di stand pameran No.55 Hall B JCC untuk menampilkan proyek propertinya.

Sementara itu, ajang pameran IPEX pada September 2018 lalu yang berlangsung selama 9 hari nilai transaksi mencapai Rp.6,9 triliun.

“Dari target Rp 5 triliun, transaksi tercapai Rp 6,9 triliun untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah) konvensional, untuk BTN Syariah tercatat Rp 2,4 triliun,” ujar Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria.

Lebih lanjut Budi Satria merincikan, total pencapaian transaksi terdiri dari KPR subsidi konvensional sebanyak Rp 547 miliar dan Rp 6,4 triliun untuk non subsidi. Sementara pada BTN Syariah, sebanyak 20 persen di antaranya merupakan KPR subsidi.

IPEX 2018 melibatkan 152 pengembang dengan menampilkan 868 proyek tersebar di Jabodetabek hingga Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.