Tahun Ini, REI Targetkan 200 Ribu Unit Rumah Murah
Ilustrasi (Foto: ricoyfacil)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Tahun ini, pengurus pusat (DPP) persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menargetkan dapat membangun 200 ribu unit rumah murah. Menurut Ketua Umum DPP REI Soelaeman “Eman” Soemawinata, sejak Program Sejuta Rumah dikeluarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir April 2015, anggota REI sudah mengembangkan lebih dari 250 ribu unit rumah murah di seluruh Indonesia.

Tak dipaparkan dari mana dan bagaimana REI memperoleh angka 250 ribu tersebut, dan di mana saja lokasinya, serta bagaimana caranya merealisasikan target 200 ribu unit rumah.

“Artinya (dengan tambahan 200 ribu unit tahun ini) kami para pengembang REI telah menyuplai 50 persen dari program itu. Karena itu sangat wajar kalau kami minta dukungan  pemerintah. Anggota REI ada 3.000 perusahaan yang 70 persennya adalah pengembang rumah murah di berbagai daerah,” tuturnya, di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) BSD City, Serpong, Tangerang (Banten), Kamis (14/9).

Eman juga menuturkan kompetensi REI yang telah mencatat sejarah begitu panjang dalam pengembangan kota-kota baru di seluruh Indonesia. Kini anggota REI tengah mengembangkan kota 25 kota baru di Maja dan Serpong di Banten hingga Cikarang, Bekasi (Jawa Barat), mengikuti pengembangan proyek infrastruktur pemerintah yang sangat masif.

Contoh sukses pengembangan kota yang dikerjakan anggota REI dapat dilihat di wilayah Serpong yang sudah menjelma jadi kota baru mandiri (sebagian besar untuk kalangan menengah atas) dengan luasan hingga 10 ribu hektar dengan pengembangan dilakukan oleh 10 developer anggota REI.

“Karena itu kapasitas kami mengembangkan banyak kota baru mulai disinergikan dan blending dengan pemerintah-pemerintah daerah. Di berbagai daerah kami banyak mengembangkan kota-kota baru seperti di Tanjung Lesung, Morotai, dan lain-lain sehingga terjadi pemerataan ekonomi di banyak tempat,” tutupnya.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, berbagai cara untuk meningkatkan gairah pasar property serta membantu masyarakat beli rumah terus dilakukan pemerintah. Langkah itu, diantaranya pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema bantuan uang muka.

Skema bantuan uang muka tersebut diberikan sesuai dengan masa kerja dan besaran penghasilan. Berikut rangkuman skema pinjaman uang muka yang dikeluarkan badan pemerintah untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Program terbaru badan pemerintah ini merupakan bantuan tabungan perumahan bagi PNS. Melalui program ini, PNS mendapatkan bantuan uang Rp 4 juta secara cuma-cuma tanpa harus dikembalikan.

Bantuan Tabungan Perumahan atau BTP ini adalah inisiasi dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum). Dalam pelaksanaannya, Bapertarum bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk sebagai bank penyalur dana BTP.

BTP ini masuk dalam alternatif pertama yang ditawarkan Bapertarum bersama dengan Bantuan Uang Muka (BUM) sebesar Rp 1,2 juta untuk Golongan I, Rp 1,5 juta untuk Golongan II, dan Rp 1,8 juta untuk Golongan III.

Kemudian alternatif kedua yaitu BUM dengan besaran yang sama dengan alternatif pertama dan dikombinasikan Tambahan Bantuan Uang Muka (TBUM). Besaran TBUM adalah Rp 20 juta untuk seluruh golongan.

TBUM adalah fasilitas pinjaman lunak yang harus dicicil selama 15 tahun dengan suku bunga tertentu.

PNS berhak memanfaatkan program dengan memilih alternatif pertama atau kedua. Syaratnya, PNS aktif golongan I, II, III, dan IV. PNS juga harus memiliki masa kerja minimal 5 tahun, belum memiliki rumah, dan belum memanfaatkan bantuan dari Bapertarum-PNS.