lembong
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. (Foto: Setkab)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Tahun Ini, Australia bakal investasi dibidang pertambangan di Indonesia. “Tadi kami laporkan bahwa yang sudah jalan adalah investasi cukup besar di pertambangan, pertambangan emas,” ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, dalam kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo ke Australia, 25-26 Februari ini.

Sementara itu, salah satu agenda utama di sisi ekonominya, yaitu perundingan IA CEPA (Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement), merupakan perjanjian perdagangan dan investasi.

“Tadi Pak Mendag dan saya laporkan, perundingan sejauh ini cukup lancar. Kami tidak melihat kendala untuk perjanjian kerja sama itu dituntaskan di tahun ini,” ujar Lembong kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, jika perjanjian-perjanjian itu berhasil dituntaskan, lanjut Kepala BKPM tersebut, maka tahun 2017 ini akan menjadi perjanjian perdagangan bilateral pertama buat Indonesia dengan Australia, dalam lebih dari 10 tahun.

Lembong mengakui, waktu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan dirinya ke Australia, pada November lalu, ada penandatanganan kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Newcrest dengan PT Aneka Tambang (Antam).

Lebih lanjut dikatakan Lembong, dimana Newcrest menganggarkan lebih dari 1 miliar dolar AS untuk eksplorasi emas di Indonesia dalam 5 tahun ke depan melalui kerja sama PT Antam. “Jadi itu contoh nyata, hasil konkret dari diplomasi Pak Presiden dan Tim Ekonomi,” pungkas Lembong.

Terlepas itu, kondisi pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak, ternyata tak berdampak dipasar properti Indonesia. Bahkan fakta itu terjawab pada transaksi kredit pemilikan rumah (KPR) Bank Tabungan Negara (BTN) yang melampaui target di ajang Indonesia Properti Expo 2017.

Direktur Consumer Banking BTN, Handayani mengakui, targetnya adalah Rp 5 triliun, sedangkan hasil dari pameran properti selama 11-19 Februari 2017 melampaui angka tersebut.

“Ketika mengawali pembukaan kemarin, bahwa Pak Direktur Utama mentargetkan untuk bisa mencapai angka 5 triliun, dan saya dengar per Jam 2 tadi siang sudah terpecahkan rekor tersebut. Untuk itu saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendukung acara Indonesia Properti Expo karena kita bisa tembus rekor 5,9 triliun melewati dalam waktu 9 hari,” kata Handayani saat ditemui di arena pameran, Minggu, (19/2).

Lebih lanjut dikatakan Handayani, mengenai izin prinsip serta transaksi KPR bisa terus ditingkatkan lagi. “Tentu semua harapannya mengenai izin prinsip maupun minat untuk membeli bisa betul-betul menjadi KPR dan KPA ke Bank BTN bukan bank yang lain,” tambahnya.

Selain itu, Handayani ingin menjadikan moment tersebut sebagai prestasi yang patut mendapat apresiasi. “Jadi tentu moment ini merupakan prestasi yang luar biasa, mengawali awal tahun, disusul dengan mement program lagi dibulan-bulan selanjutnya dengan titik Agustus kita akan menyelenggarakan expo juga tentu tetap bersama Adhouse jadi tentunya developer harus segera register jauh-jauh hari karena peminatnya terus bertambah,” katanya.