Proyek apartemen yang dikembangkan Taspen Properti. (Foto: tangerangonline)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ditahun 2019 ini, PT Taspen Properti Indonesia menargetkan penjualan hingga 200 unit apartemen Aspena Residence di Batu Ceper, Tangerang, Banten.

Untuk mendiversifikasi bisnisnya, hunian vertikal ini merupakan proyek perdana bagi Taspen. Proyek Apartemen Aspena Residence merupakan proyek yang pertama bagi PT Taspen Properti Indonesia.

“Ini merupakan sejarah karena tanda dimulainya Taspen Properti sebagai pengembang dari yang tadinya hanya mengelola,” ujar Direktur Utama PT Taspen (Persero) Iqbal Latanro di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, untuk strategi sebagai pengembang Taspen Properti akan menggunakan lahan-lahan tidur perusahaan induk untuk dikembangkan.

Selain itu, Taspen Properti nantinya juga akan mengembangkan daerah lainnya seperti di Bali. Hal senada juga dikatakan Direktur Utama PT Taspen Properti Indonesia Bayu Utomo, untuk proyek pertamanya ini pihaknya menggelontorkan investasi sebesar Rp 220 miliar.

“Rinciannya 20% kas internal atau setara Rp 40 miliar dan 80% dari perbankan,” paparnya.

Untuk proyek pertamanya ini memiliki ketinggian 42 meter dengan total 12 lantai di atas lahan seluas 6.300 meter persegi (m2).

Adapun untuk unit yang disediakan sebanyak 748 unit. Sedangkan untuk pasarnya, Bayu menuturkan membidik kaum muda.

Oleh sebab itu, unit yang tersedia merupakan unit studio seluas 23 m2 dan 1 Bedroom (1BR) seluas 35 m2 dan 40 m2. Untuk harganya sendiri disebutnya sekitar Rp 16 juta per m2.

Walaupun membidik masyarakat umum, pihaknya memberikan keuntungan lebih bagi aparatur sipil negara (ASN) dengan diberikan diskon 10%. “Itu karena dari namanya Aspena yang artinya apartemen sipil negara,” katanya.

Namun, ia menegaskan tidak membatasi bagi masyarakat umum untuk membeli apartemennya. Bayu juga optimis terhadap target penjualannya di tahun ini sebanyak 200 unit.

Hal tersebut disebutnya lantaran lokasi yang strategis dengan terkoneksi dengan stasiun kereta api, bandara udara. “Dan nantinya akan difasilitasi saran shuttle bus dari lokasi ke station terdekat dan bandara,” pungkasnya.

Terlepas itu, secara terpisah PT Wijaya Karya Tbk terus berupaya meningkatkan kinerjanya dengan target pencapaian kotrak baru sebesar Rp. 61,74 Triliun. Target itu lebih tinggi 22% year on year (yoy) dari tahun 2018.

“Proyek yang disasar seperti proyek railway, jalan, bendungan, airport, pembangkit, dan industrial plant,” ujar Sekretaris perusahaan WIKA Puspita Anggraini.

Menurutnya, diakhir tahun lalu WIKA mencatat kenaikan kontrak baru 19,23% yoy atau mencapai Rp 50,56 triliun.

Kinerja tersebut didukung kontribusi dari berbagai segmen bisnis perusahan seperti infrastruktur dan gedung Rp 41,15 triliun. Kemudian diikuti segmen industri sebesar Rp 6,46 triliun dan energi dan industrial plant sebesar Rp 1,79 triliun.

Sementara kontrak baru di segmen properti mencapai Rp 1,17 triliun. Sebelumnya Direktur Utama WIKA Tumiyana menjelaskan, target total perolehan order book WIKA di 2019 akan menjadi Rp 140 triliun di 2019.

Itu terbesar tahun ini di Indonesia. Adapun target order book di untuk tahun 2018 sebesar Rp 130 triliun.