Pelabuhan Gresik Alokasikan Investasi Rp.115 Miliar. (Foto: pelindo)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Di tahun 2018 ini, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) bakal mengalokasikan investasi Rp115 miliar secara bertahap untuk mengembangkan Pelabuhan Gresik. Tak hanya itu, investasi dikucurkan seiring dengan peningkatan arus barang di Pelabuhan Gresik.

GM Pelindo III Gresik, Yanto membenarkan, tahun ini investasi yang dikucurkan untuk pengembangan pelabuhan mencapai Rp35 miliar. Lebih lanjut Yanto merincikan, kinerja arus barang di Pelabuhan Gresik melampaui ekspektasi. Kemudian, realisasi arus barang pada kuartal I/2018 mencapai 1,36 juta ton atau 105% dari target. Selain itu, realisasi arus barang tersebut tumbuh 107% secara tahunan dibandingkan dengan kuartal I/2017.

Sejalan dengan peningkatan arus barang, pendapatan Pelindo III di Gresik mencapai target Rp41,8 miliar. “Peningkatan arus barang merupakan kontribusi dari peningkatan bongkar batu bara dan muat pupuk dalam kemasan bag,” ujar Yanto dalam siaran pers, baru-baru ini.

Selain dari arus barang, pendapatan Pelindo III di gresik juga disumbang dari pendapatan properti dan pendapatan aneka usaha. Realisasi pendapatan dari masing-masing segmen mencapai 140% dan 138% dari target yang dipatok Pelindo III.

Yanto mengungkapkan pencapaian kinerja di kuartal I/2018 juga disumbang oleh penyelesaian piutang sewa lahan dengan beberapa perusahaan besar. BUMN kepelabuhan berkantor pusat di Surabaya itu juga melakukan penataan agar Pelabuhan Gresik semakin produktif. “Salah satunya dengan menata lapangan penumpukan di area dermaga Talud Tegak,” ujarnya.

Terlepas itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani secara terpisah menyampaikan soal naiknya peringkat Indonesia dalam hal kemudahan berusaha (ease of doing business/EODB) dari Bank Dunia, bisa meningkatkan kepercayaan investor. “Insya Allah itu akan memberikan confidence dan manarik lebih banyak kepercayaan (investor),” kata Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, naiknya peringkat Indonesia sebesar 15 poin ke level 91 dari sebelumnya di posisi 106, merupakan hasil upaya dari pemerintah memperbaiki berbagai perizinan di Tanah Air. “Bagus ini, karena berbagai perizinan dan berbagai reformasi yang dibuat pemerintah (berhasil),” ujar Sri Mulyani.

‎Lebih lanjut dia mengatakan, adanya kenaikan peringkat kemudahan berusaha diharapkan ke depannya peran sektor swasta lebih agresif lagi yang akhirnya medongkrak pertumbuhan ekonomi. “Kami berharap sektor swasta melakukan peranan yang positig menjadi pertumbuhan ekonomi. Jadi seimbang antara fiskal dengan non fiskal,” tutur Sri Mulyani.