ilustrasi (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Tahun 2018 mendatang, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) berencana kembangkan properti di kawasan rekreasi JungleLand Bogor. Hingga kuartal III-2017, perusahaan ini membukukan pendapatan senilai Rp 233,63 miliar. Apalagi, nilai tersebut tumbuh tipis 0,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang ada di angka Rp 232,76 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dari total pendapatan tersebut, 56% pendapatan disumbang dari bisnis taman rekreasi. Kemudian, bisnis taman rekreasi mencatat kenaikan sekitar 19,7% menjadi Rp 131,42 miliar di kuartal III-2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang ada di angka Rp 109,81 miliar.

Kendati begitu, bisnis hunian dan kaveling tanah justru mencatatkan penurunan hingga 40,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Head of Investor Relations Graha Andrasentra Nuzirman Nurdin, mengatakan bisnis hunian lantaran tidak ada produk baru yang diluncurkan. Potensi ke depan, perusahaan ini akan lebih melirik proyek apartemen daripada hunian di tahun depan.

Lebih lanjut Nuzirman, tren tinggal di apartemen saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan tinggal di rumah tapak. “Tren tersebut bahkan sudah sampai di Bogor,” katanya, baru-baru ini.

Proyek apartemen itu nantinya bakal dikembangkan di Lokasi Bogor Nirwana Residence. Lokasi tersebut sudah dibangun sekitar 3.000 unit rumah. Nantinya, tanah yang tersedia akan digunakan untuk membangun apartemen bertajuk Jungle Nirwana Apartment.

Nuzirman bilang, hingga saat ini budget pembangunan tersebut sedang dalam tahap pembahasan, sehingga dia tidak bisa menyebut berapa nilai investasi yang dialokasikan oleh perusahaannya.

Namun yang jelas, apartment tersebut nantinya akan dibuat dengan konsep resort dua menara dan ditujukan untuk segmen menengah dan atas. “Kami akan mulai pembangunan sekitar semester II-2018 dengan target 1,5 sampai 2 tahun pengerjaan,” paparnya.

Sementara itu,  PT Bakrie Nirwana Realty, anak usaha PT Bakrieland Tbk (ELTY), membenamkan investasi di saham PT Cahayasakti Investindo Tbk (CSIS). Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memaparkan, Bakrie Nirwana mengempit 6,89% saham CSIS sejak Oktober 2017 lalu.

Direktur Utama ELTY Ambono Janurianto, menjelaskan alasan Bakrie Nirwana mengempit saham perusahaan Olympic Group tersebut. “Untuk sementara belum ada kerjasama apapun,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Ambono, nilai investasi yang digelontorkan saat membeli saham CSIS. Namun, jumlah sebanyak 90 juta saham, nilai saham CSIS yang dimiliki Bakrie Nirwana saat ini sekitar Rp 72 miliar, mengacu harga saham CSIS sebesar Rp 800 per saham.