Tahun 2017, SMF Gunakan PMN Untuk Rumah Subsidi
Ilustrasi Dana (Foto: viva)

SEMARANG, INAPEX.co.id, – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan mendukung program rumah subsidi di tahun 2017 mendatang.

SMF merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mempunyai kesempatan untuk memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN).

PMN tersebut akan dimanfaatkan untuk menguatkan modal dan mendorong Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB).

“Tahun 2017 direncanakan SMF akan dapatkan juga kurang lebih Rp 1 triliun, untuk menunjang program pemerintah yaitu FLPP dan SSB,” jelas Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo saat pemaparan kinerja di Hotel Ibis, Semarang, baru-baru ini.

Sekarang ini, tambah dia, bagian FLPP jadi beban pemerintah sebanyak 90 persen dan pihak lain seperti bank atau SMF sebanyak 10 persen.

Sementara tahun depan, pemerintah rencananya akan menurunkan porsinya jadi 80 persen dan menaikkan porsi pembiayaan bank atau SMF sekitar 20 persen.

Sebelumnya, tahun 2015 dan 2016, SMF sudah memperoleh PMN senilai Rp1 triliun.

PMN ini dimanfaatkan untuk mendayagunakan dana yang dipinjam atau leverage dan rasio jumlah jaminan dengan mengeluarkan obligasi.

Tidak hanya itu, PMN tersebut juga dipakai sebagai penguatan modal perusahaan.

“Untuk bisnis kita yang seperti biasa, yaitu sekuritisasi, adalah dalam hal penjaminan. Kalau penjaminan ada apa-apa sebagai partner kita atau provider kita butuh modal yg kuat,” jelas Ananta.

Seperti diketahui, alokasi PMN BUMN sebanyak Rp4 triliun dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara (RAPBN) 2017.

Anggaran PMN tahun 2017 hanya diberikan untuk BUMN di bawah Kemkeu. Terdapat tiga perusahaan yang kembali memperoleh suntikan dana dari negara, yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), SMF, dan PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII).

Dua tahun berturut-turut, tiga perusahaan tersebut memperoleh suntikan modal dari negara. SMI menerima PMN sebanyak Rp20,36 triliun pada tahun 2015 dan Rp4,16 triliun pada tahun 2016.

Di masing-masing tahun 2015 dan 2016 SMF memperoleh PMN sebanyak Rp1 triliun masing-masing.

Adapun PII, tahun 2015 memperoleh PMN sebanyak Rp1,5 triliun dan Rp1 triliun pada tahun 2016.

Selain itu, pada kesempatan berbeda, Di bawah kepemimpinan menteri baru Sofyan Djalil, Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mempunyai tiga program strategis sampai tahun 2019 mendatang.

Ketiga program ini dirancang bertujuan untuk memastikan tanah dan tata ruang supaya dipergunakan sebanyak-banyaknya bagi kesejahteraan rakyat.

Mendesak untuk diselesaikan, sambung Sofyan, lantaran sekarang ini jumlah tanah yang terdaftar dan bersertifikat hanya sebanyak 45 persen dari semua total bidang tanah di Indonesia.

(kps)