Pasar Properti Masih Lemah, Rumah Subsidi Terus Diminati
Perumahan Nasional (Perumnas) menargetkan bangun 30.000 rumah. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Di tahun 2017. Perusahaan Umum (Perum) Perumahan Nasional (Perumnas) menargetkan bangun 30.000 rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Untuk mewujudkan itu, Perumnas mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 triliun. Anggaran tersebut mengacu pada harga rata-rata rumah yang dibangun Perumnas sebesar Rp 100 juta.

“Kalau rata-rata Rp 100 juta dikali 30.000, sudah Rp 3 triliun,” tutur Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas Galih Prahananto di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Menurutnya, pendanaan untuk pembangunan 30.000 rumah di tahun ini, diperoleh dari sisa Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2015 dan 2016. Selain itu, Perumnas juga mengandalkan pendanaan dari internal perseroan.

“Kemarin 2015 kita dapat PMN Rp 1 triliun, 2016 dapat Rp 250 miliar. Ditambah dengan ekuitas sudah ada menjadi sekitar Rp 3 triliun. Kita masih punya loan juga sehingga kita cukup lah,” tambah Galih.

Rumah yang dibangun Perumnas bakal dijual maksimal Rp 300 juta. Sebagian rumah yang dijual Perumnas mendapatkan subsidi KPR berupa Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). KPR FLPP ditujukkan bagi MBR. “Kalau kita enggak bisa lebih dari maksimum Rp 300 juta. FLPP kurang lebih 40-50%,” tutur Galih.

Dari target pembangunan 30.000 rumah di tahun ini, 20.000 di antaranya merupakan verical houses. Sedangkan 10.000 sisanya merupakan rumah tapak alias landed houses.

“Tahun ini 30.000 di berbagai macam tempat. Tahun ini kita berimbang sedikit lebih banyak vertikalnya. Jadi dari 30.000 itu, 10.000 kira-kira landed, 20.000 vertikal,” katanya.

Lebih banyaknya pembangunan hunian vertikal oleh Perumnas, lanjut Galih, disebabkan masih banyaknya permintaan hunian di kota-kota besar di Indonesia.

Pembangunan hunian vertikal dilakukan untuk menyiasati terbatasnya lahan di daerah perkotaan. “Karena kita market research survey pasar banyak kebutuhannya di kota-kota besar,” ujar Galih.

Galih menambahkan, pembangunan rumah akan difokuskan dekat dengan stasiun kereta api. Sehingga akses untuk menuju ke pusat kota Jakarta atau ke tempat kerja bisa mudah dan cepat.

“Kita berusaha dekat dengan kereta api supaya bisa datang ke Jakarta atau ke tempat kerjanya menggunakan kereta api,” pungkas Galih.

Sementara itu, banjir promosi juga dapat dinikmati bagi calon konsumen di acara pameran Indonesia Property Expo di Hall A & B Jakarta Convention Centeri (JCC) Senayan mulai dari 11 sampai 19 Februari 2017 mendatang.

Bahkan bagi konsumen yang melakukan akad kredit di pamerang yang bertajuk ‘Pesta KPR BTN’ tersebut juga menawarkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) mulai dari 4, 67 % fixed 1 tahun.

Bahkan banjir promo lainnya juga dapat peroleh melalui Booth BTN, diantarnya seperti subsidi bunga pengembang 8,75% selama 1 tahun, suku bunga KPR BTN 8,75% fixed 1 tahun, serta bebas biaya provisi dan biaya administrasi.

“Jadi di pameran tahun ini banyak kejutan promo untuk calon konsumen,” kata Person In Charge PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Irwan Prawira, saat Technical Meeting Indonesia Properti Expo 2017, di Ruang Merak, Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, kemarin.

Irwan menambahkan, untuk fasilitas KPR BTN Syariah uang muka 5%, diskon provisi 50%, diskon asuransi jiwa 20%, dan diskon biaya administrasi hingga 50%. “One Hour Approval jangka waktu 25 tahun,” ujarnya.

Bank BTN melalui pameran IPEX 2017 juga menawarkan program KPR Simple yaitu tentang kebijakan penyederhanaan atau simplifikasi persyaratan dokumen aplikasi kredit.

Menurut Irwan, dengan adanya program KPR Simple ini diharapkan dapat mempermudah para calon konsumen properti untuk mengajukan permohonan baru.

Diantaranya calon konsumen cukup mengisi Form Aplikasi KPR/KPA, Dokumen Identitas foto copy KTP, KK, NPWP, Surat Nikah, SPR & PPJB, dokumen penghasilan konsumen, fixed income, slip gaji atau mutasi rekening tabungan 3 bulan terakhir, non fixed income, rekening koran maupun mutasi rekening tabungan 3 bulan terakhir dan salah satu legalitas usaha.