ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Syarat beli rumah di DKI Jakarta bakal direvisi lagi. Pasalnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ditahun 2017 ini, akan merubah syarat yakni gaji tidak lebih dari Rp7 juta per bulan, sebelumnya dipukul rata hanya Rp.4 jutaan per bulan.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti membenarkan, perubahanz itu didasari beberapa kajian. Salah satunya dari World Bank.

“Kajiannya paling tidak kita sudah membagi zona bagi MBR (masyarakat berheasilan rumah) itu, ada sembilan zona berdasarkan zona konstruksi. Kemudian, ada kajian dari world bank juga tapi kita harus melihat kajian tersebut harus bisa untuk semua kalangan,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Lana mencontohkan, selain di Jakarta, wilayah lain yang kemungkinan mengalami penyesuaian yaitu Papua Rp6,2 juta. Perubahan ini dilakukan agar masyarakat makin mudah dalam membeli rumah.

“Misalnya, Papua sekarang kan pukul rata Rp4 juta. Bisa saja nanti Papua naik Rp6,2 juta, Jabodetabek Rp7 juta, sekian juta. Kita akan kaji lagi. Ingin cepat pengennya tahun ini tapi kan kita akan bahas dulu. Usulan kita agar masyarakat bisa berpeluang mendapatkan akses rumah,” kata dia.

Syarat batas gaji tersebut ditambahkan Lana merupakan gabungan dari penghasilan suami dan isteri. Data yang digunakan berasal dari upah minimum regional (UMR).

“Penghasilan dilihat bukan orang per orang, dilihat dari penghasilan suami isteri. Kemudian, kalau untuk yang data kita gunakan upah minimum regional di daerah tersebut. Ada standar
hidup layak hidup tersebut,” paparnya.

Terlepas itu, secara terpisah pengembang ISPI Group terlihat laris manis menawarkan rumah murah dibandrol mulai Rp.275 juta di kawasan Mutiara Gading City, Cikarang. Cluster Liverpool yang dibangun ISPI Group tersedia 250 unit dibangun di atas lahan seluas 3-4 hektar.

Sekarang ini, ISPI tengah menjual cluster ini untuk tahap pertama setengah dari 250 unit. “Sekarang pasaran dan kebutuhan orang banyak di harga segitu, makanya kita luncurkan di bawah Rp.300 juta,” imbuh Marketing Manager Mutiara Gading City Hartono Sutioso kepada pers, di Sekolah Santo Yusup, Bekasi.

Ia menuturkan bahwa kebanyakan pembeli merupakan para pasangan muda yang berasal dari Jakarta Timur, Jakarta Pusat sampai Jakarta Barat. Kini, untuk tahap pertama ISPI melakukan sistem Nomor Urut Pembelian (NUP) yang sudah terpesan lebih dari 120 calon pembeli.

Lewat NUP, pembeli bisa menentukan kavling dan memperoleh keuntungan kenaikan harga dalam peluncuran yang dikerjakan usai Lebaran 2017. “Tahap pertama ini sudah sold out (terjual habis),” tutur Hartono.

Cluster yang dibangun dengan investasi Rp.100 miliar, tersedia 3 tipe dibandrol dengan Rp.275 juta untuk tipe 21/60 termasuk PPN. Selain itu, ada dua tipe lainnya yakni 27/60 dan 36/72 dengan harga masing-masing senilai Rp.272 juta dan Rp.392 juta sebelum PPN.