Ruang Kantor Susi Pudjiastuti, Penuh Harta Karun Bawah Laut
Salah Satu Harta Karun Bawah Laut (Foto: Fiki AY)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Lantai 2 Gedung Mina Bahari IV Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dirancang indah sebagai museum atau galeri yang memamerkan sebanyak 2.000 koleksi harta karun atau Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dari bawah laut Indonesia.

Galeri tersebut adalah ide dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Ketika memasuki ruang galeri, langsung muncul kekaguman yang luar biasa melihat begitu banyak harta karun bawah laut dipajang sangat rapi di lemari-lemari kaca. Ada juga benda-benda berharga yang dipamerkan di etalase secara terbuka.

“Daripada tidak keurus di warehouse Cileungsi, Bu Menteri Susi inisiasi membuat galeri untuk memajang ribuan BMKT milik pemerintah. BMKT ini sudah dipilih,” tutur Kasubdit Pengawasan Produk dan Jasa Kelautan PSDKP KKP, Halid Yusuf saat berbincang dengan pers, Jakarta, Senin (30/1).

Galeri atau museum BMKT ini memang belum rampung dibangun. Sejumlah pekerja masih nampak sibuk menata satu per satu koleksi harta karun tersebut dengan hati-hati. Jangan sampai rusak atau pecah yang bisa mengurangi keindahan fisik dan nilai sejarahnya.

Halid lebih jauh menuturkan bahwa galeri yang rencananya menampung sebanyak 2.000 koleksi dibagi jadi tiga area berdasarkan tiga lokasi pengangkatan BMKT, yaitu area BMKT dari Pulau Buaya, Nusa Tenggara Timur (NTT); dari Batu Hitam, Bangka Belitung; dan Cirebon.

“BMKT yang ada di galeri ini berasal dari tiga pengangkatan di tiga wilayah Indonesia. Pengangkatan tersebut termasuk total 10 pengangkatan BMKT di bawah periode 2010,” papar Halid.

Melihat dari dekat ribuan harta karun ini, pengunjung layaknya diajak menyelam ke dasar laut.

Benda-benda tersebut meliputi koin, piring, guci kecil dan besar, mangkuk, timah, botol transparan sampai perlengkapan sembahyang peninggalan kapal-kapal China yang karam di perairan Indonesia ratusan tahun silam.

Sayangnya belum terpampang informasi lengkap di setiap benda yang ditemukan.

“Ada sekitar 2.000 koleksi BMKT. Yang BMKT temuan di Batu Hitam dari Dinasti Tang, lalu di Cirebon dari lima dinasti, dan BMKT di Pulau Buaya dari Dinasti Sung,” imbuh Halid.

Halid mengaku belum ada angka pasti nilai dari 2.000 koleksi harta karun di galeri ini. “Tidak sampai triliunan, mungkin miliaran rupiah,” jelasnya.

Meski demikian, tegasnya, nilai sejarah dari benda-benda muatan kapal tenggelam tersebut sangat luar biasa besar.

Dengan begitu, koleksi BMKT yang ditampung di galeri ini bisa menjadi sarana pendidikan dan penelitian bagi pelajar maupun mahasiswa dari segala perguruan tinggi.

Hingga kini, Halid menerangkan, pembangunan galeri BMKT di kantor KKP masih dikerjakan. Target selesai pada akhir Januari ini.

“Mudah-mudahan di awal Februari, Bu Menteri Susi sudah bisa meresmikan galeri atau museum BMKT ini,” tutupnya.

(le)