Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Benarkah untuk memperoleh area favorit bagi pencari properti itu dirasakan sangat sulit. Namun, ternyata disejumlah lokasi proyek miniatur hunian juga banyak dijumpai pada pameran Indonesia Properti Expo yang berlangsung mulai 12 – 20 Agustus 2017 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

“Di Jakarta Selatan masih menjadi lokasi favorit bagi pencari properti yang mencapai hingga 24 persen dibandingkan diwilayah lain. Kemudian disusul wilayah Jakarta Barat 14 persen, dan Jakarta Timur 15 persen,” ungkap Toerangga Putra seorang pendiri portal berita properti dan investasi, ketika dihubungi INAPEX.co.id, di Jakarta, belum lama ini.

Toerangga menambahkan, presentasi bagi pencari properti dilokasi favorit tersebut dinilai sangat efektif dan efisen untuk dijadikan bahan evaluasi bagi para pengembang dan konsumen.

“Dari data itu pemasaran bisa menganalisis karakteristik target pasar secara mendalam sehingga kegiatan dapat mencapai target dan tepat sasaran,” katanya.

Menurutnya, diera digital seperti sekarang sebuah data properti dirasakan bernilai tinggi sehingga masyarakat konsumen secara individu telah bergantung pada teknologi. “Dari situ, karakter mereka secara individu juga dapat dianalisis,” tambah Toerangga.

Pertumbuhan properti yang berlahan mulai membaik, masih dikatakan Toerangga, seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadi fenomena yang sangat menarik.

“Perkembangan itu, baik disadari atau tidak telah membawa perbahan gaya hidup bagi setiap orang diseluruh dunia yang terpapar melalui teknologi. Hingga tahun ini, jumlah penduduk yang telah memanfaatkan internet mencapai 20.4% dari total populasi Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Toerangga, sekilas angka presentase pengguna internet untuk mencari properti itu terlihat kecil. Padahal, sebenarnya jumlah tersebut bisa dibilang cukup besar.

“Karena Indonesia merupakan sebuah Negara yang pengguna internetnya terbesar di Asia Tenggara. Peringkat berikutnya yaitu Vietnam yang jumlah pengguna internetnya hanya 49 juta orang atau 50 persen,” jelasnya.

Kemudian, pertumbuhan pengguna internet di Indonesia untuk mencari properti bertambah sekitar 15% terhitung sejak awal 2015. “Maka akan semakin banyak orang yang memanfaatkan teknologi untuk mencari informasi properti melalui internet,” pungkas Toerangga Putra.