Sudah Tahu Kabar Baik Untuk Pemilik Rumah Dekat MRT?
Pengguna MRT (Foto: wulanekadalu)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Hadirnya Mass Rapit Transit (MRT) di Jakarta diperkirakan menaikkan nilai jual properti di sekitarnya. Selain itu, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) juga ikut mengalami kenaikan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta nantinya akan menaikkan nilai jual obyek pajak (NJOP) bangunan yang dilewati proyek mass rapid transit (MRT), seperti Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Besaran kenaikan NJOP diprediksi mencapai 30 persen.

 

Rencana kenaikan NJOP tersebut dikhawatirkan bisa mengganggu pertumbuhan industri di sektor properti yang tengah lesu akibat kondisi ekonomi dalam negeri dan global.

 

“NJOP kalau wajar sih enggak apa-apa. Berarti kan pembeli senang juga. Cuma jangan ekstrem ya kan, kalau sesuatu yang ekstrem itu kan mengganggu pertumbuhan ekonomi,” tutur Senior Director Ciputra Group Agussurja Widjaja, di Jakarta.

Menurutnya kenaikan NJOP yang wajar harus mempertimbangkan tingkat inflasi. “Jangan lebih besar dari inflasi lah, kalau inflasi 5 persen, ya (NJOP naik) 5 persen begitu,” imbuhnya.

Sementara itu, President Director PT. Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata menuturkan, yang sangat terdampak oleh kenaikan NJOP daripada pengembang adalah pemilik rumah.

“Kalau kita sebagai pengembang ya itu merupakan suatu biaya yang nantinya kan, begini loh NJOP itu kan kita pengembang itu kan bukan pengguna, kita ini hanya ‘tukang masak’. Kan kita bangun, kita jual, digunakan pengguna,” jelasnya.

Kenaikan NJOP, tambahnya, sebesar 30 persen akan berpengaruh ke penjualan properti tergantung daya beli konsumen itu sendiri. “Kalau mempengaruhi penjualan sih saya rasa kalau orang itu kalau dia mampu itu pasti tetap dia beli dong,” katanya.

Selain itu, pada kesempatan berbeda, Dalam rangka program Corporate Social Responsibility (CSR) PT MRT Jakarta bertajuk “Liburan Pintar bersama MRT Jakarta” mengajak 100 anak-anak dan pendamping dari wilayah sekitar Cipete Selatan dan Gandaria Selatan, Sabtu (11/3).

Rombongan dibawa untuk mengunjungi tiga wahana, yakni Museum Transportasi, Pusat Peragaan IPTEK, dan Dunia Air Tawar.

Ternyata, sebagian besar rombongan baru pertama kali masuk ke tiga wahana di TMII itu. Siti Chairiah, salah seorang pendamping peserta, mengakuinya. “Ini baru pertama ke sini,” papar Ibunda dari Naila Azizah, Siswi SD 05 Pagi Cipete Selatan.

Hal serupa disampaikan Fatih Hidrisi Hakim, 4 tahun, dan Nazila Sabila Putri, 5 tahun. Keduanya adalah murid PAUD 156 Gandaria Selatan.

Triastui, Ibunda dari Nazila, menambahkan bahwa meskipun sekarang ini pengerjaan konstruksi MRT Jakarta menimbulkan kemacetan, tetapi ia berharap keberadaannya bisa memecahkan masalah tersebut.

“Saya berharap ini (pekerjaan MRT) cepat kelar, biar ada yang bagus transportasinya,” katanya di sela-sela keriuhan acara.