Subsidi Listrik 900VA dikurangi, Khusus Pelanggan Mampu
Tarif Listrik (Foto: kominfo)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Berita terkait kenaikan tarif listrik untuk pelanggan dengan daya 900 Volt Ampere (VA) ramai diperbincangkan. Beberapa netizen pun melontarkan keluhan-keluhan atas kebijakan ini lewat akun media sosial mereka.

Salah seorangnya Lili Sholihat. Dengan akun Facebooknya, ia mengungkapkan rasa kecewanya imbas kenaikan tarif listrik yang berpengaruh pada jumlah kWh.

Berdasarkan ceritanya, pada bulan lalu ia membeli pulsa listrik senilai Rp.100 ribu dan memperoleh kWh sebanyak 93,90. Namun beberapa hari lalu ia membeli dengan nominal yang sama dan hanya terisi 71,90 kWh.

PLN menegaskan dalam laman resminya bahwa pihaknya tak menaikkan tarif listrik per 1 Mei 2017. Tarif listrik rumah tangga mampu daya 900 Volt Ampere (VA) memang sedang disesuaikan, yakni pengurangan subsidi listrik secara bertahap namun perlu ditekankan ini hanya dilakukan pada pelanggan mampu.

Sedangkan untuk pelanggan rumah tangga miskin dan tak mampu daya 900 VA sesuai Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin tetap diberikan subsidi, yaitu hanya dengan membayar tarif senilai Rp.605/kWh.

Pemerintah sudah menerapkan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran untuk pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA PT PLN (Persero) sejak 1 Januari 2017.

Kebijakan tersebut sesuai dengan amanat Undang-Undang No.30 Tahun 2007 tentang Energi dan Undang-Undang No.30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, bahwa dana subsidi yang diberikan Pemerintah hanya dikhususkan bagi kelompok masyarakat tak mampu.

Berdasarkan hasil Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR RI tanggal 22 September 2016, sudah disepakati penerapannya, bahwa subsidi listrik tak diberikan bagi rumah tangga daya 900 VA yang ekonominya tergolong mampu.

 

“Pelanggan rumah tangga yang disubsidi, yaitu seluruh pelanggan rumah tangga daya 450 VA sejumlah 23 juta pelanggan ditambah pelanggan rumah tangga daya 900 VA miskin dan tidak mampu sebanyak 4,1 juta, sehingga total keseluruhan menjadi sekitar 27 juta pelanggan, jadi tidak benar jika subsidi kepada masyarakat miskin dihilangkan,” papar Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka.

Rumah tangga mampu dengan daya 900 VA sebanyak 19 juta pelanggan. Sebagai konsekuensi tak lagi diberikan subsidi, maka golongan tarif 900 VA masyarakat mampu ini akan disesuaikan secara bertahap setiap dua bulan, tahap pertama pada 1 Januari, tahap kedua 1 Maret, dan tahap terakhir 1 Mei 2017.

Adapun, mulai 1 Juli 2017, mengikuti mekanisme tarif adjustment. Sementara rumah tangga 450 VA semuanya masih diberlakukan tarif bersubsidi. Pemerintah tetap memberikan subsidi pada UMKM, industri kecil, bisnis kecil, dan peruntukan sosial.

Kebijakan subsidi listrik tepat sasaran dibuat supaya pemberian subsidi listrik lebih tepat dan mampu mendukung pemerataan rasio elektrifikasi di Indonesia.

Dengan pelaksanaan Kebijakan Subsidi Listrik Tepat Sasaran ini, Pemerintah mengklaim bisa menghemat anggaran hingga Rp.22 triliun per tahun.

Dana penghematan tersebut diharapkan bisa dipakai untuk mempercepat pembangunan infratruktur listrik dan melayani 10 juta masyarakat yang belum mendapatkan aliran listrik.