Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Soal penyediaan hunian melalui pembangunan proyek rumah subsidi, sedikitnya 6.700 pengembang ikuti regulasi pemerintah. Diantaranya, melalui proses pendaftaran untuk membangun rumah subsidi yang sudah dimulai.

Hingga saat ini, tercatat ada 15 asosiasi pengembang yang telah mendaftar. “Sudah terdata sekitar 6.700 pengembang. Itu nanti diserahkan proses selanjutnya ke Direktorat Jenderal Bina Konstruksi,” ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti di Hotel Raffles, Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut Lana menjelaskan, Dirjen Bina Konstruksi selanjutnya akan menyeleksi 15 asosiasi tersebut apakah memenuhi syarat badan hukum untuk membina pengembang. Pasalnya, menurut Lana, tidak semua asosiasi pengembang membina para anggotanya.

“Prosesnya ada beberapa tahap, pertama registrasi dan sertifikasi dari asosiasi yang bersangkutan,” jelas Lana.

Selanjutnya, Dirjen Bina Konstruksi akan masuk pada pemberian sertifikasi di dalam pengembangnya.

Misalnya, tutur Lana, pada pelaksanaan pembangunan rumah subsidi, pengembang mungkin bekerja dengan para konsultan dan kontraktor. Kontraktor dan pengembang ini harus sesuai dengan kualifikasi yang disyaratkan.

“Semua ini nanti akan masuk dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21/PRT/M/2014 yang direvisi,” tambah Lana.

Permen ini, masih dikatakan Lana, mengatur tentang petunjuk pelaksanaan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Sebelumnya, aturan ini belum menharuskan para pengembang yang membangun rumah subsidi terdaftar di pemerintah.

Terlepas itu, untuk mendapatkan huniah dengan harga terjangkau serta belokasi dilingkungan nyaman bisa ditemui di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) pada 22 – 30 September 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Diantaranya perumahan Bukit Hijau Ciomas.

Perumahan terbaru besutan PT Riscon Realty ini berlokasi di Jl Raya Sukawening, Ciomas, Bogor. Harga rumahnya sangat kompetitif.

Jika di perumahan lain di dekatnya (sekitar 2 km) tipe 36/72 sudah Rp300 jutaan, di perumahan ini hanya Rp198 juta.

Sedangkan untuk tipe 45/84 di perumahan terdekat sudah Rp400 juta, di perumahan ini baru Rp264 juta dan tipe 45/96 Rp276 juta.
Developer juga menawarkan ruko dua lantai (85/45) sebanyak 10 unit seharga Rp515 juta per unit.

Kelebihan Bukit Hijau Ciomas lainnya adalah lokasinya yang berada di perbukitan dengan lingkungan sekitar yang hijau, udaranya sejuk, dan memiliki view indah ke Gunung Salak.

Untuk menambah kenyamanan, perumahan dilengkapi mushola, taman lingkungan, dan taman bermain anak.

Bukit Hijau Ciomas sangat cocok untuk hunian mereka yang bekerja di Jakarta yang kantornya mudah diakses dari stasiun kereta.