Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

MEDAN, INAPEX.co.id – Menanggapi soal percepatan pemberian kredit bagi nasabah, Bank Indonesia Wilayah Sumut menggelar acara Sosialisasi Sistem Informasi Debitur. Kemudian acara yang bertajuk peran dan fungsi pengawasan perkreditan nasional dan terkait kajian ekonomi regional ini digelar di Lantai 9 Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut di Jalan Balai Kota Medan.

Dalam kesempatan itu, juga dipaparkan tentang Sistem Informasi Debitur (SID) harus sering disosialisasi hingga ke pelosok daerah-daerah Sumatera Utara.

“Sebab, SID bertujuan untuk mengatasi permasalahan informasi asimetri, antara lembaga penyedia dana dan masyarakat (calon debitur) sekaligus mempermudah masyarakat dalam memperoleh kredit,” kata Direktur Departemen Pengelolaan dan Kepatuhan Laporan BI Jakarta, Maurids H Damanik, belum lama ini.

Selain itu, masih dikatakan Maurids H. Damanik, bahwa SID dinilai sangat penting bagi stakeholder. “Karena itu, sosialisasi SID dinilai penting untuk disampaikan kepada stakeholder Bank Indonesia (BI) maupun bank lainnya atau perusahaan pembiayaan, agar masyarakat tidak salah menanggapi SID,” tambahnya.

Ia menerangkan, sosialisasi dilakukan karena banyaknya pengaduan dan pertanyaan dari masyarakat terkait SID. Banyak masyarakat menyalahkan BI, padahal SID itu mempermudah masyarakat dan mempercepat pemberian kredit kepada nasabah atau masyarakat.

“Secara nasional, pelapor SID mencapai 6.826 pelapor, yang terdiri dari seluruh bank umum, BPR dan LKNB. Permasalahan debitur biasanya merupakan kesalahan data yang dilaporkan, debitur tidak memahami informasi dan bank kurang responsif,”ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Maurids, dengan adanya sosialisasi tersebut, masing-masing pihak baik BI, bank umum, perusahaan pembiayaan dan debitur dapat memperbaiki kinerjanya. Tak hanya itu, pemahaman stakeholder BI terhadap peran SID diharapkan lebih baik lagi. “Saya juga berharap adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola kredit yang diterima,” tegasnya.

Terlepas itu, secara terpisah Bank BTN akan memaksimalkan teknologi digital untuk mendukung core business-nya khususnya mempercepat program pembangunan sejuta rumah. Kemajuan teknologi ini untuk memperbaiki proses bisnis sehingga dapat memberikan layanan yang lebih baik dan lebih cepat kepada masyarakat.

“Persaingan perbankan saat ini begitu hebat dan kami harus bisa masuk pada era persaingan ini. Makanya kami mempersiapkan basis digital banking untuk terus memperbaiki layanan dan memenangkan persaingan khususnya untuk core business yang menjadi prioritas kami yaitu perumahan rakyat,” tutur Direktur Utama Bank BTN Maryono, saat membuka Rapat Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Bank BTN 2017 di Jakarta.

Transformasi bisnis berbasis digital ini akan jadi prioritas Bank BTN di tahun 2017. Maryono juga menyatakan sangat serius dan mengajak seluruh jajarannya untuk menyambut transformasi bisnis berbasis digital ini.

Di sisi lain, tahun ini akan jadi tahun yang penuh tantangan namun ada beberapa hal yang membuat optimistis yakni indikator makro ekonomi dan perbankan Indonesia menampilkan tren membaik.

Hal tersebut tak terlepas dari kebijakan pemerintah untuk penguatan perekonomian di tahun sebelumnya. Berhubungan dengan tren pertumbuhan perbankan ini, membuat keyakinan akan peluang bisnis terutama untuk sektor perumahan jadi potensi riil dan cukup potensial untuk perusahaan.

Pemahaman dan penguatan pada generasi milenial ini akan jadi perhatian manajeman untuk mengantisipasi persaingan. Bank BTN akan memperkuat pengembangan teknologi digital khusus dan umum untuk mendukung layanan jaringannya.

“Jaringan teknologi digital ini untuk memperkuat bisnis mortgage dan konstruksi yang mendukungnya. Ini juga untuk meningkatkan low cost dan sustainable funding agar bisnis perusahaan tetap didukung dengan ketersediaan dana berbiaya murah. Ujung dari semua ini adalah hasil kerja yang tinggi dengan perolehan laba perusahaan sesuai target yang ditetapkan,” imbuhnya.