Presiden RI Joko Widodo. (Foto: setkab)
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: setkab)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Kendati kemenangan calon dari Partai Republik Donald Trump atas rivalnya dari Partai Demokrat Hillary Clinton, dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) di Amerika Serikat (AS) terlihat menjadi banyak sorotan publik, namun fenomena tersebut dirasakan biasa saja bagi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Kalau saya ya biasa saja. Kekagetan itu kata orang, ini kata orang, menyebabkan ketidakpastian. Kalau saya tidak,” kata Presiden Jokowi ketika pembukaan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016, di Jakarta Convention Center, Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Presiden Jokowi, banyak orang mengatakan nanti presiden terpilih Donald Trump menjadi proteksionis, bunga bank The Fed fund rate akan melonjak, dilonjakkan sangat tinggi.

Namun Presiden justru melihat presiden terpilih Donald Trump bukan seperti yang dibayangkan. “Saya kira dia mempunyai penciuman bisnis, penciuman ekonomi yang sangat tajam. Tidak mungkin secara sembrono melakukan hal-hal yang dibayangkan orang-orang seperti yang kita lihat sekarang ini, tidak,” papar Presiden.

Presiden Jokowi justru masih meyakini yang akan dilakukan yaitu hal-hal yang baik, baik untuk Amerika Serikat sendiri, maupun juga untuk dunia. “Tidak mungkinlah kita misalnya melakukan sesuatu yang merugikan semua negara, tidak akan mungkin,” jelas Presiden yakin.

Karena itu, Presiden mengajak dunia usaha untuk lebih realistis, jangan ditakuti-takuti oleh isu-isu yang sebetulnya itu belum terjadi.

Sebelumnya saat menerima kunjungan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto, di Istana Merdeka, Selasa (22/11) siang, Presiden Jokowi yang ditanya wartawan soal kemungkinan Donald Trump menarik diri dari Trans-Pasific Partnership (TPP) mengingatkan bahwa itu belum dilaksanakan.

“TPP kan belum, belum. Jadi saya nggak mau berbicara itu, karena itu tahapan di Parlemen aja belum kok,” tegas Presiden.