Dirut Bank BTN Maryono sedang berjabat tangan dengan pengembang disaksikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: dok.inapex)
Dirut Bank BTN Maryono sedang berjabat tangan dengan pengembang disaksikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Menjawab kebutuhan konsumen properti yang sempat ragu terkait aksi wait and see sehingga aktivitas pencarian properti tidak seperti di kuartal keempat 2016, ternyata tak berdampak pada keputusan untuk berpartisipasi di program Tax Amnesty.

Bahkan kesuksesan tax amnesty diprediksi oleh para pelaku industri bakal bisa menggairahkan pasar properti di kuartal I di tahun 2017 ini.

Tak hanya itu, konsumen berharap pemerintah membuat kebijakan susulan yang mendukung industri properti, misalnya penurunan LTV di awal tahun ini. Tren politik yang saling menghujat disertai aksi demo besar, tak menghentikan keputusan masyarakat untuk beli properti.

Pilkada serentak yang dilakukan disejumlah kota besar di Indonesia dinilai tak menjadi rintangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk bisa mewujudkan impiannya memiliki rumah layak huni.

Oleh sebab itu, PT. Adhouse Indonesia Cipta (AIC) kembali menggelar pameran terbesar di Asia Tenggara yang tertajuk ‘Pesta KPR BTN’ di Jakarta Convention Center (JCC) mulai dari 11 sampai 19 Februari 2017.

Pameran Indonesia Perperti Expo (IPEX) 2017 ini, akan menyuguhkan 700 proyek yang berlokasi diseluruh pelosok Tanah Air sebagai bentuk komitmen untuk membantu para pencari properti dalam menentukan keputusan membeli properti.

Kemudian, pameran IPEX selain dapat mempermudah konsumen berkomunikasi langsung dengan ratusan developer namun juga diperkuat beragam fitur unggulan sehingga pencari rumah dapat melihat seluruh lokasi perumahan bersubsidi maupun non subsidi dari layar smartphone maupun komputer tanpa harus berkunjung ke lokasi proyek Perumahan Baru.

Melalui sajian berita properti INAPEX.co.id merupakan portal resmi pameran Indonesia Properti Expo,  tidak hanya menyuguhkan  ‘what to buy’ melainkan menjawab keraguan inti konsumen yaitu ‘where & why to buy’.

Indonesia merupakan salah satu Negara destinasi investasi yang semakin atraktif di dunia. Diantarnya, indicator kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EODB) 2016 yang dirilis Group Bank Dunia naik dari 120 menjadi 109 dari 189 negara yang di survei.

Kemudian, ditahun 2017 ini para pengembang peserta pameran dapat melakukan ekspansi dan mendongkrak prospek penghasilan semakin besar. Selain itu, faktor yang mendukung antaranya lain adanya dukungan pemerintah melalui kebijakan ekonomi yang dibuat semakin membaik.