Sistem KPA Lebih Menguntungkan Ketimbang Cicilan 60 Kali
Sistem KPA Lebih Menguntungkan (Foto: wisegeek)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pembelian apartemen di Indonesia selama ini didominasi dengan cara pembayaran cicilan bertahap kepada pengembang.

Biasanya DP-nya 20 persen dicicil 24-36 kali, sisanya dicicil, misalnya 60 kali dalam jangka waktu 5 tahun.

Pembayaran bertahap ini adalah solusi untuk pengembang dalam memasarkan produknya sebab bank dilarang memberikan kredit untuk pembelian apartemen belum jadi.

Setelah uang mukanya lunas dan pembangunannya rampung, konsumen bisa mengajukan KPA (kredit pemilikan apartemen) ke bank. Namun, tak ada jaminan bagi konsumen akan memperoleh kredit dari bank.

Tidak hanya itu, pembelian tunai bertahap juga lebih berisiko. Pasalnya, tak ada jaminan proyeknya dibangun tepat waktu atau risiko terburuknya adalah proyek batal dibangun. Sementara uang konsumen sudah terlanjur masuk ke pengembang.

Padahal pembelian dengan KPA sangat menguntungkan konsumen sebab bunga bank terus mengalami penurunan. Jika ada kemudahan dari perbankan dalam memberikan KPA konsumen dipastikan akan lebih tertarik membeli dengan kredit.

“(Bila itu yang terjadi) dominasi pembayaran tunai bertahap atau installment perlahan-lahan akan berkurang dan lebih banyak menggunakan KPA. Konsumen juga lebih aman karena ada jaminan dari bank,” tutur Senior Associate Director Colliers International Indonesia (CII), Ferry Salanto kepada pers di Jakarta, Rabu (11/1).

Ferry memperkirakan situasi pasar apartemen tahun 2017 masih berat. Hal ini dikarenakan banyak suplai baru dan adanya kelebihan pasok tahun lalu senilai 17 persen.

“Bagi konsumen situasi ini baik saja karena ada peluang untuk negosiasi harga. Pengembang membutuhkan likuiditas dan konsumen punya posisi tawar lebih besar,” paparnya.

Selain itu, bagi Anda yang mencari apartemen terjangkau lainnya dalam satu hari bisa mengunjungi pameran akbar Indonesia Properti Expo (IPEX) segera hadir di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Pameran yang diprakarsai PT. Bank Tabungan Negara (BTN Persero) Tbk bekerjasama dengan PT. Ad-house Indonesia Cipta tersebut akan menyuguhkan ratusan ragam proyek properti dengan harga terjangkau mulai rumah subsidi hingga apartemen mewah untuk lokasi diseluruh Indonesia.

Penawaran suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) sangat menarik, hingga fixed 5% ini akan ditawarkan bagi setiap pengunjung yang ingin memiliki rumah sendiri hingga berinvestasi.

Kemudian, untuk peserta pameran yang tak bekerjasama dalam promosi bersama BTN, Bank akan mematok bunga 9,99% fixed 5 tahun, 9,5% selama 3 tahun, 9% untuk 2 tahun dan 7,99% fixed 1 tahun.

Penawaran menarik lainnya, yaitu Bank BTN akan memberikan uang muka atau down payment (DP) hanya 1 % untuk rumah bersubsidi, dan 5 % rumah non subsidi. Khusus untuk developer yang melakukan kerja sama promosi dengan milik BUMN tersebut, konsumennya juga mendapatkan free biaya administrasi dan biaya provisi.

Sementara untuk para konsumen yang hendak membeli rumah dari peserta pameran yang tak bekerjasama promosi akan memperoleh diskon biaya administrasi, diskon biaya provinsi bank dan diskon biaya premi asuransi jiwa.

Terbatasnya jangka waktu promo dengan banyaknya pilihan, disarankan datang ke pameran mulai dari hari pertama, 11 sampai 19 Februari 2017 mendatang, agar mempunyai waktu yang cukup untuk memilih.

Ratusan stand komersil developer perumahan, apartemen hingga kondotel dan puluhan stand untuk FLPP. Kemudahan lainnya dari Bank BTN yaitu tentang persyaratan KPR yang mudah, Approval KPR hanya 1 jam, jangka waktu KPR hingga 25 tahun, konsultasi KPR di Stand Bank BTN, konsultasi desain, dan sebagainya.

Tak hanya itu, cukup berkunjung saja tak harus membeli rumah namun juga berkesempatan untuk mendapatkan puluhan hadiah menarik.

Caranya hanya dengan melakukan registrasi dipintu masuk Hall A dan Hall B di JCC, para pengunjung akan berkesempatan mendapatkan hadiah yang dilakukan undian tanpa dipungut biaya apapun. Hadiahnya meliputi mobil, smart phone Samsung, TV LED, kulkas dan voucher belanja ratusan juta rupiah.