Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menyaksikan penandatanganan kerjasama Bank BTN dan Pengembang di JCC Senayan. (Foto: dok.inapex)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menyaksikan penandatanganan kerjasama Bank BTN dan Pengembang di JCC Senayan. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Sinyal positif pada indikator perekonomian bakal terasa heboh ditahun 2017 mendatang.

Menurut Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch (IPW), BI 7-day repo yang menurun akan berdampak positif terhadap iklim investasi yang lebih baik.

“Tahun depan pasar properti segmen menengah Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar diperkirakan akan menjadi primadona,” kata Ali Tranghanda, di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut Ali memprediksikan, landed house dan apartemen yang berprotensi besar yaitu untuk dikalangan menengah. Ia mengakui, ritel atau shopping center relatif stabil. Oleh sebab itu, perkantoran relatif masih belum bergerak ditahun depan,

“Diperkirakan tahun 2018 baru terlihat kenaikan pasar perkantoran, menyusul perekonomian yang semakin baik,” tambah Ali.

Mengenai imbal hasil, Ali mengatakan apartemen agak turun sedikit menjadi 5% – 7%. Namun, di kawasan indsutri dengan pasar ekspatriat bahkan meningkat hingga 10% atau lebih.

Dikatakan Ali, kawasan yang bisa memberikan imbal hasil cukup besar di Indonesia adalah Cikarang. “Tetapi tergantung lokasi dan proyeknya,” tambahnya.

Kemudian untuk di luar negeri, Ali memprediksi kawasan layak diinvestasi disebabkan bisa memberikan imbal hasil tinggi yaitu Kawasan ekspatriat khususnya Jepan, Korea dinilai banyak memberikan sewa yang relatif tinggi, khususnya untuk apartemen.