Simbol Garuda Raksasa Akan Hiasi Lahan Reklamasi
Garuda Raksasa (Foto: archinect)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Proyek dengan rancangan induk (master plan) yang mengadopsi simbol Garuda Raksasa akan hiasi lahan reklamasi 157,23 hektar. Seluas 50 hektar di antaranya akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (pemprov) Sulawesi Selatan.

Direktur Ciputra Group Harun Hajadi mengungkapkan hal ini dalam perbincangan, di DBS Tower, Jakarta, Selasa (19/9/2017). Pembangunan perumahan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, ditargetkan pada 2019 mendatang.

Menurut Harun, sekarang ini pembangunan lahan reklamasi CitraLand City Losari telah mencapai 80 persen. Targetnya, November 2017 sudah rampung. “Dengan masa settlement satu tahun, kami pastikan pembangunan properti di atasnya bisa dimulai pada 2019 mendatang,” jelas Harun.

Untuk membangun lahan reklamasi, Ciputra Group menggandeng Boskalis International dengan total nilai kontrak Rp.3,5 triliun. Perusahaan serupa juga menangani pekerjaan reklamasi Pluit City milik PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).

Harun optimistis, target pekerjaan reklamasi yang memerlukan 9 juta meter kubik pasir, bisa terealisasi. Hal tersebut mengingat Boskalis bekerja mengangkut pasir 100.000 meter kubik per hari.

“Kami sudah bayar mereka Rp.1 triliun,” jelas Harun seraya menambahkan, dari penjualan CitraLand City Losari ini, Ciputra Group telah memperoleh Rp.1,5 triliun. CitraLand City Losari adalah usaha patungan atau joint operation (JO) antara Ciputra Group dan PT Yasmin Bumi Asri.

Proyek tersebut digadang-gadang sebagai kawasan pertumbuhan baru untuk menstimulasi, dan mempercepat pembangunan kawasan, peningkatan perekonomian, dan juga mendekonsentrasi pusat bisnis serta keuangan ke Kawasan Timur Indonesia.

Simbol burung Garuda raksasa dalam rancangan induk (master plan) merupakan representasi kesiapan Makassar untuk tinggal landas sebagai hub bisnis, industri, dan jasa dengan berbagai potensi yang dimilikinya, sehingga menjadi kekuatan kedua setelah ibu kota, Jakarta di barat Indonesia.

Harun menilai bahwa simbol burung Garuda adalah ide kreatif Danny Pomanto selama masih menjalani profesi sebagai arsitek, dan sebelum menjadi Wali Kota Makassar. Rancangan induk ini selanjutnya direvisi dan disesuaikan dengan batasan teknis, serta dinamika pasar.

“Batasan teknis itu terkait hasil wave study, dan bathymetric study,” imbuh Harun. Usai menghadapi penyesuaian dan penyempurnaan yang menghabiskan waktu panjang, lanjut Harun, diperolehlah rancangan induk seperti burung Garuda ini.

Harun menambahkan, penyempurnaan rancangan induk dijalankan oleh arsitek dan perancang profesional asal Singapura. Dalam hal ini, Ciputra Group menunjuk DP Architects sebagai arsitek sekaligus perancang induk CitraLand City Losari. Menurut perhitungan Harun, estimasi gross development value (GDV) CPI Rp.30 triliun.