Simak, Informasi Penting Untuk Pengunjung Pameran IPEX 2017!
IPEX Februari 2017 (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Tanggal 11 sampai 20 Agustus 2017 nanti, pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) yang diselenggarakan PT Adhouse Indonesia Cipta akan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Pameran yang bertajuk “Rumah Layak Huni Menuju Masyarakat Sejahtera” berlangsung di Jakarta Convention Center Senayan. Adapun harga rumah yang ditawarkan mulai dari Rp.126 Juta hingga miliaran.

Menyuguhkan 845 proyek yang terdiri dari rumah subsidi, rumah komersil, apartemen, kondotel, villa, hotal, ruko dan lainnya.

Maka dari itu, mulai dari kalangan MBR, kalangan menengah dan kalangan atas bisa mencari hunian yang dibutuhkan, baik untuk dipakai sendiri maupun investasi.

Melalui pameran ini, Bank BTN berharap dapat menjadi wadah dalam mempertemukan antara pengembang dengan masyarakat yang tengah memerlukan rumah.

Bagi pengunjung yang membeli properti apa saja di pameran, BTN akan memberikan 17 kemudahan diantaranya:

  • Suku Bunga / Margin Murah, 5.00 % (Fixed 1 Th & Cap 2 Th), 6.50 % (Fixed Rate 3 Th),
  • Uang Muka Ringan,
  • Diskon Provisi 50%,
  • Diskon administrasi 50%,
  • Diskon premi asuransi 20%,
  • Satu hari persetujuan KPR,
  • Pengajuan aplikasi KPR bisa dilakukan via online,
  • Program KPR bundling furnitur dan kendaraan bermotor, dan sebagainya.

Cara KPR di Pameran IPEX 2017:

Agar disetujui pihak bank, inilah cara pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR). Sebaiknya, persiapkan dana dan kelengkapan lainnya supaya proses KPR bisa berlangsung cepat dan segera disetujui oleh pihak Bank.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan sejumlah berkas yang harus dipersiapkan secara matang agar pengajuan KPR dapat disetujui oleh Bank sebagai berikut:

Surat Lengkap

Ada banyak sekali kelengkapan administrasi yang harus disertakan saat akan melakukan pengajuan KPR. Kelengkapan tersebut berupa surat-surat identitas seperti KTP, kartu keluarga, dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

Selain itu, kelengkapan lainnya seperti slip gaji terakhir serta bukti rekening koran juga harus dilampirkan dalam permohonan pengajuan KPR. Bila seluruh syarat-syarat tersebut bisa Anda lengkapi dengan baik, maka kemungkinan besar pengajuan KPR Anda bisa diproses dengan cepat.

Kejelasan Status

Rumah yang akan diajukan pada program KPR harus memiliki status yang bersih dan jelas. Yang dimaksud dengan status rumah yaitu rumah tersebut tidak memiliki sertifikat palsu, tidak sedang dalam sengketa, dan tidak sedang dalam kondisi digadaikan untuk melunasi kewajiban utang.

Untuk mengusut riwayat dari rumah yang akan dijadikan obyek KPR, maka biasanya pihak bank juga meminta nasabah untuk melengkapi berbagai informasi seputar rumah mulai dari IMB (Izin Mendirikan Bangunan), denah rumah, surat bukti pembayaran PBB, serta sejumlah kelengkapan lainnya.

Reputasi Keuangan

Anda kemungkinan juga akan mendapatkan penolakan KPR jika ternyata Anda memiliki reputasi keuangan yang buruk di mata perbankan.

Jumlah saldo tabungan yang tidak banyak serta jejak penggunaan kartu kredit yang sering bermasalah akan membuat Anda jadi kesulitan saat akan mengajukan program KPR.

Sebaliknya, nasabah bank yang tidak pernah melakukan penunggakan pembayaran dan rajin menabung akan mendapatkan kemudahan dalam persetujuan program KPR.

Namun semuanya ditergantung rejeki atau tidaknya rumah itu untuk Anda, jangan lupa berdoa sebelum mengaplikasikan KPR dan berusaha semaksimal mungkin.

Sampai Jumpa di Pameran Indonesia Properti Expo 2017 Dengan Rumah Impian Pilihan Anda!