Apa yang Membuat Sri Mulyani Sangat Tertarik Dengan LRT Palembang?
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani.(Foto: tribunnews)

JAKARTA, INAPEX.co.idPemerintah telah menyiapkan strategi sebagai penompang disektor properti untuk menghadapi prediksi beberapa tantangan di tahun 2019. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mempredisi, sektor properti akan terpengaruh dua faktor yaitu suku bunga dan inflasi, serta mempersempit ruang likuiditas secara global.

Sri Mulyani menjelaskan, bahwa tantangan ini seiring dengan tren kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS). “Itu adalah dua faktor yang akan sangat memengaruhi sektor properti di Indonesia dan negara lain,” jelas Sri Mulyani dalam Property Outlook di kantornya, Jakarta, belum lama ini.

Oleh sebab itu, pemerintah melakukan sejumlah upaya untuk mendorong sektor properti di antaranya melalui evaluasi kebijakan dibidang pajak, seperti Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk rumah mewah.

“Kami lakukan review (kajian) terhadap policy-nya (kebijakannya) sehingga mereka memiliki sumbangan yang tetap optimal terhadap perekonomian,” jelasnya.

Berdasarkan survei BI terhadap pengembang (developer) perumahan di 16 kota, penjualan properti residensial kembali mengalami penurunan pada kuartal III lalu.

Secara keseluruhan, penjualan rumah turun 14,14% dibandingkan kuartal sebelumnya (quartal to quartal/QTQ). Ini merupakan lanjutan dari penurunan di kuartal I dan II.

Penurunan paling tajam dialami rumah tipe kecil yaitu 15,92%, diikuti rumah tipe menengah 11,14%, dan rumah tipe besar 11,11%.

Sebagian responden berpendapat, penyebab penurunan penjualan pada kuartal III adalah penurunan permintaan konsumen, terbatasnya penawaran perumahan dari responden, suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang tinggi, dan harga rumah yang kurang terjangkau oleh konsumen.

Sementara itu, Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mempunya cara tersendiri untuk menggerakkan pembeli dari segmen milenial untuk mendorong pertumbuhan sektor properti.

Caranya, masih dikatakan David, literasi properti lantaran prioritas para milenial masih lebih tinggi untuk pemenuhan gaya hidup, termasuk rekreasi dibandingkan kebutuhan papan.

David memprediksi investasi pada sektor properti akan mengalami moderasi di antaranya karena peningkatan suku bunga.

“Kemungkinan kebanyakan terjadi moderasi walaupun di beberapa segmen masih cukup baik,” ujarnya. Properti berupa apartemen dan rumah tapak segmen bawah diprediksi masih akan tumbuh.