Ketua REI DKI Amran Nukman. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id –  Jakarta merupakan barometer nasional, harus siap menjalankan program perumahan sekaligus mendorong kemudahan investasi. Hal tersebut ditegaskan Amran Nukman saat terpilih sebagai Ketua Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta periode 2017 – 2022.

Amran Nukman (PT Metropolitan Land Tbk) dan Alvin F. Iskandar (PT Perdana Gapura Prima Tbk) melanjutkan kepemimpinan setelah melalui Musyawarah Daerah (Musda) REI DKI Jakarta di Jakarta, Rabu (23/8) yang bertajuk ‘Jakarta Yang Ramah Investasi Properti Untuk Kesejahteraan Rakyat’.

“Salah satu yang krusial, perlunya kepastian jangka waktu perizinan. Apalagi di bisnis properti, kepastian perizinan itu amat penting karena terkait janji serah terima unit kepada konsumen. Kalau perizinan sulit diprediksi, tentu sangat dampak pada pemasaran proyek,” tegas Amran Nukman di JS Luwansa Hotel, Minggu (23/8).

Selain itu, REI DKI Jakarta juga mengusulkan agar Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) Pemprov DKI Jakarta mampu meningkatkan pelayanan simpel dan tidak tumpang tindih seperti saat ini. “Koordinasi antar dinas terkait perlu diperkuat agar proses perizinan yang tumpang tindih itu tidak terjadi lagi,” tambah Amran Nukman.

Pendiri Portal Berita Properti INAPEX.co.id, Toerangga Putra menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Ketua DPD REI DKI Amran Nukman. Menurut Toerangga, REI DKI harus mampu bekerja keras mewujudkan program satu juta rumah. “Peran pengusaha properti sangat penting untuk mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat. Apalagi bisa bersinergi dengan rekan-rekan media yang bisa berkolaborasi untuk mensosialisasikan program-program REI kedepannya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengingatkan pengembang agar segera merapihkan sisa proyek pembangunan Simpang Susun Semanggi.

“Saya ingin mengapresiasi teman-teman pengembang REI yang sudah melaksanakan kewajiban aturan yang ada dan tentu hak-haknya akan segera diperoleh. Mungkin kalau tidak ada KLB kita tidak akan pernah ada Simpang Susun Semanggi. Ternyata dengan cara cara pemikiran Pak Gubernur pada saat itu dan kemarin diselesaikan oleh Pak Djarot Alhamdulillah sudah bisa beroperasi tapi saya ingatkan masih ada sisanya. Pedestrian dari Semanggi sampai Patung Pemuda dan dari Semanggi – Hotel Kartika Candra – Benhil itu harus dirapihkan segera dalam rangka Asian Games 2018,” kata Saefullah.

Menurutnya, dengan begitu dari Benhil sampai Merdeka Barat hingga Thamrin – Sudirman nanti pedestriannya menjadi ramah lingkungan. “Sehingga gedung-gedung disepanjang jalan juga bisa menerangi. Kira-kira akhir Oktober atau Desember 2018 Thamrin – Sudirman sudah ada perubahan wajahnya,” tambah Saefullah.

Lebih lanjut dikatakan Saefullah, terkait paradigma pemerintahan di Indonesia sudah bergeser jauh sekali. “Jadi dahulu yang biasa minta dilayani sekarang kita sudah melayani. Saya rasa semua kepala daerah tidak berani lagi kembali kepada pemerintahan yang lama selalu minta dilayani begitu datang pilkada pasti tidak ada yang milih sudah pasang muka saya akan melayani saja itu tingkat terpilihnya masih belum memadai. Oleh sebab itu pertanyaannya berarti ada kualitas layanan yang masih belum sesuai dengan keinginan masyarakat,” paparnya.