Punya Uang Rp.18 Juta, Anda Pilih Beli Smartphone Atau DP Rumah?
Ilustrasi (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id –  Siapa bilang beli properti itu susah dan harganya mahal? Ternyata ini pengakuan konsumen yang sekaligus sebagai pengunjung di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017.

“Justru itu terselenggaranya pameran properti sangat membantu bagi masyarakat yang sedang mencari rumah murah. Karena selain harganya bisa terjangkau, dilokasi pameran biasanya banyak promosi,” ungkap Mochamad Irawan, saat ditemui INAPEX.co.id, di Jakarta, Kamis (28/9).

Menurutnya, beli rumah di ajang pameran properti banyak kemudahan yang diperoleh dikalangan konsumen khususnya dikalangan millennial.

“Untuk di usia saya yang masih tergolong masih dikalangan millennial beli rumah di pameran seperti IPEX itu tergolong banyak kemudahan. Karena melalui pameran ini, kita bisa beli rumah dengan harga terjangkau tanpa harus melibatkan pihak ketiga tapi bisa langsung bertemu develpernya. Apalagi penyediaan rumah ini sekaligus didukung oleh pemerintah, tentunya program KPR subsidi juga sangat membantu sekali untuk masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah keatas,” tambah Irawan usai pengambilan hadiah utama khusus bagi pengunjung IPEX berupa 1 unit mobil.

Hal senada juga dikatakan kalangan millennial lain yang ingin beli rumah harus bisa menahan uangnya untuk transaksi hanya di ajang pameran IPEX pada 3 – 11 Februari 2018 mendatang.

“Saya pilih tahan beli properti untuk saat ini karena masih butuh banyak pertimbangan, baik secara financial maupun dalam hal pilih lokasi. Karena beli rumah itu tak seperti beli kacang goreng, semua aspek fasilitas sangat menentukan untuk dihuni. Maka itu lebih baik saya menunggu saat pameran IPEX pada Februari nanti,” ujar Theresia salah seorang warga Cikokol, Tangerang, Jum’at  (29/9).

Menurutnya, tak ada yang tidak mungkin kendati harga rumah di Jakarta didominasi harga Rp 480 juta ke atas. Apalagi, pengembang plat merah seperti tengah mengembangkan apartemen subsidi dikawasan Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, Perum Perumnas tahun ini juga mulai memasarkan Apartemen bersubsidi seharga Rp9,2 juta per meter persegi di kawasan transit on development (TOD) Stasiun Tanjung Barat, Jakarta.

 

Booth Perumnas di Pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017. (Foto: dok.inapex)

 

Perumnas bersama PT KAI telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek TOD Stasiun Tanjung Barat. Proyek ini mencakup pembangunan tiga tower dengan total 29 lantai yang akan menampung 1.232 unit hunian di atas lahan seluas 15.244 meter persegi.

Promotion Manager Perumanas Arum Angesti membenarkan, mengungkapkan harga Rp9,2 juta per meter persegi sesuai dengan ketentuan harga rumah susun sederhana yang mendapatkan jatah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). 
Jika luas paling kecil hunian rumah susun sebesar 22 meter persegi maka harga per unitnya berkisar Rp202,4 juta.

Arum menambahkan, porsi Apartemen bersubsidi sendiri hanya sekitar 25 persen dari total hunian. Sementara, sisanya merupakan hunian apartemen sederhana milik (anami) yang tidak mendapatkan subsidi. Karena bebas subsidi, anami dijual di kisaran Rp16 juta hingga Rp18 juta per meter persegi.

Persyaratan untuk membeli hunian vertikal bersubsidi sama dengan ketentuan FLPP. Di antaranya, gaji per bulan tak melebihi Rp7 juta dan hunian yang dibeli merupakan hunian pertama.