Siap-Siap Hadapi Kemacetan Panjang, Jakarta Menuju Jawa
Siap-Siap Hadapi Kemacetan Panjang, (Foto: poskotanews)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Bagi Anda yang hendak melakukan perjalanan Jakarta menuju Jawa melewati ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, siap-siap menghadapi kemacetan panjang.

Pasalnya, proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (tol layang), sangat mempengaruhi arus lalu lintas yang ada hingga menimbulkan kemacetan.

Ketika ingin ke wilayah Jawa Barat, ada empat jalur yang bisa dilewati kendaraan sebelum memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama I yang mempunyai sebelas gerbang ini.

Akan tetapi, usai melewati gerbang tol ini, kemacetan terjadi, yakni di Kilometer 32. Hal tersebut dikarenakan adanya penyempitan jalur atau bottle neck, dari awalnya empat jalur jadi tiga jalur.

Beberapa pengemudi kendaraan yang melewati jalur ini, baik minibus, roda empat, maupun truk, mau tak mau harus melambatkan laju kendaraannya.

Untuk diketahui, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated dirancang sepanjang 38,6 kilometer. Proyek tersebut adalah hasil kerja sama Waskita dengan PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) (KSO Waskita-Acset) bersama PT Jasamarga Jalan layang Cikampek dengan dana sekitar Rp.13,5 trliun.

Dalam kerja sama ini, porsi Waskita sebanyak 51 persen dan mengerjakan ruas dari Cikunir sampai Cikarang sejauh 19,7 kilometer.

Adapun ACSET 49 persen dan menjalankan ruas dari Cikarang sampai Karawang sepanjang 18,9 kilometer. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir 2018, sampai bisa dioperasikan pada 2019.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, anggota DPRD Kabupaten Lebak Dian Wahyudi menuntut pemerintah untuk mengoptimalkan perbaikan infrastuktur jalan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2017.

“Kami berharap seluruh ruas jalan sebelum Idul Fitri layak dilintasi karena volume angkutan cenderung meningkat,” imbuh Dian yang juga merupakan Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Lebak, seperti dikutip Antara, Senin (22/5).

Selama ini, keadaan infrastuktur jalan di Kabupaten Lebak belum maksimal sebab banyak ditemukan ruas jalan yang berlubang, rusak parah, dan sebagian lagi aspalnya mengelupas.

Ruas jalan yang rusak tersebut adalah kewenangan pemerintah pusat, provinsi dan daerah.

Rusaknya sejumlah ruas jalan ini menyebabkan para pengguna angkutan tak merasa nyaman. Tidak hanya itu, kerusakan ini merupakan penyebab utama tingginya angka kecelakaan lalu lintas, khususnya sepeda motor.

Oleh sebab itu, Dian mendesak pemerintah secara terkoordinasi merealisasikan perbaikan infrastuktur sehingga kondisi jalan nyaman dilalui angkutan.

“Kami minta perbaikan jalan menjadi skala prioritas menjelang Idul Fitri kondisinya baik,” imbuh dia.

Ruas jalan yang harus segera diperbaiki diantaranya Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Aweh, Jalan By Pass, Jalan Citeras yang sangat padat dilintasi angkutan.

Tidak hanya itu, Dian mengusulkan perbaikan untuk jalan yang menghubungkan antar-kecamatan, dan antar-kabupaten.

“Tak lupa pemerintah daerah memperhatikan kenyamanan ruang publik, seperti Alun-Alun, Museum Multatuli, Perpustakaan Saija Adinda, Pusat Perbelanjaan dan Pusat Kuliner (Plaza Lebak),” tutup Dian.