Sertifikat Tanah Diprioritaskan Sampai 8 Tahun Ke Depan
Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan Djalil (Foto: agolf)

BOGOR, INAPEX.co.id – Banyak keuntungan yang diperoleh dari legalitas tanah seperti pentingnya manfaat sertifikat. Kepemilikan sertifikat selain dapat meningkatkan nilai jual obyek tanah, namun juga bisa dijaminkan ke bank untuk menambah modal usaha.

Hal tersebut dikatakan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil, kepada masyarakat Ponorogo, Jawa Timur, dalam acara penyerahan sertifikat tanah rakyat, di alun-alun, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Sofyan menjelaskan kegiatan yang dibiayai dari pinjaman bank dengan jaminan sertifikat itu harus produktif, sehingga cicil pinjamannya lancar.

“Kalau pinjam mudah harusnya mengembalikannya mudah, jangan sampai tidak bisa mengembalikan pinjaman nanti sertifikat bapak ibu bisa diambil,” jelasnya.

Menurutnya, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo semua tanah harus bersertifikat. Targetnya di 2025 semua lahan di Indonesia sudah bersertifikat, termasuk tanah wakaf untuk Masjid, Musala, sekolah, pesantren dan lain-lain.

Lebih lanjut Sofyan merinci di 2017, Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah mengeluarkan 5,4 juta sertifikat, di 2018 9,4 juta sertifikat.

Di 2019 targetnya 9-10 juta sertifikat. “Kalau Ponorogo tahun 2018 sebanyak 50 ribu sertifikat, tahun ini (2019) sebanyak 45 ribu dan targetnya tahun 2020 sebanyak 70 ribu sertipikat,” jelasnya.

Di akhir sambutannya Sofyan pun kembali mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam meminjam uang dari pihak bank dengan sertipikat tanah.

“Kalau tidak bisa mengembalikan pinjaman kan bahaya, sertifikat anda bisa ditarik tanah anda dilelang bank,” pungkasnya.

Terlepas itu, secara terpisah ajang promosi dan transaksi pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) kembali akan digelar pada 2 – 11 Februari 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Presiden Direktur PT. Adhouse Clarion Events (ACE) Toerangga Putra mengaku sangat optimis pameran IPEX mampu mendorong pertumbuhan bisnis properti di Indonesia.

“Antusias pengunjung yang hadir pada IPEX tahun lalu ikut meningkatkan permintaan hunian serta mampu menarik investor asing untuk menanamkan modalnya disektor properti di Indonesia,” ujar Toerangga Putra, di Jakarta, belum lama ini.

Untuk menyukseskan IPEX 2019, ACE melakukan berbagai persiapan termasuk gimmick promosi menarik.

Sebelumnya pameran IPEX periode 2018, mampu menyedot 370.000 pengunjung yang berlangsung selama 9 hari. Jumlah pengunjung pameran meningkat 7.000 pengunjung dari total yang ditargetkan.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk merealisasikan total transaksi pembelian rumah dan apartemen sebesar Rp.8,7 Triliun atau naik dari target yang ditetapkan BTN Rp.5 Triliun.

Transaksi selama pameran berlangsung menunjukkan masyarakat sangat antusias beli rumah atau apartemen yang menjadi salah satu kebutuhan pokok.

“Total transaksi pembelian rumah dan apartemen sebesar Rp.8,7 Triliun atau naik dari target yang ditetapkan BTN sebesar Rp.5 Triliun selama pameran berlangsung selama 9 hari. Ini menunjukkan masyarakat masih antusias untuk pembelian rumah atau apartemen yang menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setelah sandang dan pangan,” kata Direktur Consumer PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Budi Satria.