Serpong Masih Suplai Rumah Rp.300 Juta, Selain Hunian Miliaran
Serpong Rp.300 Juta (Foto: rumahdijual)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Serpong, Tangerang Selatan, Banten, merupakan simbol kesuksesan dan kemajuan pengembangan kawasan di barat Jakarta. Diantara properti miliaran, masih terselip rumah Rp.300 jutaan.

Di kawasan ini memang kantong hunian kelas atas dan tempat sebagian orang menyimpan kekayaannya berbentuk properti. Harga propertinya pun rata-rata miliaran.

Meski begitu, masih ada pengembang yang menyediakan perumahan yang bisa dijangkau kalangan menengah baru.  Setidaknya ada dua perumahan masih memasarkan rumah Rp.300 jutaan, yakni Bumi Cisauk Asri dan Serpong Suradita di Jl. Raya Cisauk-Legok.

Di Serpong Suradita memiliki luas bangunannya 36 m2, tanah 72 m2 (36/72) dibanderol Rp.390 juta. Uang mukanya ringan sekitar 10 persen. Tidak hanya itu, PT Adco Citra Asri sebagai pengembang memasarkan sejumlah tipe lain, 52/120, 60/120, dan 64/120 dengan harga mulai Rp.748 juta – Rp.750 juta.

Lokasi Serpong Suradita ini berdekatan dengan BSD City, dari AEON Mall kurang dari 15 menit. Lebih dekat lagi, jika penghuni menuju Stasiun Cisauk.

Bumi Cisauk Asri berada di lokasi satu koridor di Jl. Cisauk-Legok hanya menawarkan tipe 33/60 senilai Rp.341 juta – Rp.360 juta. Menurut staf pemasarannya, Heri, uang mukanya sekitar 10 persen bisa diangsur empat kali.

“Harganya sudah termasuk PPN tapi belum BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) dan biaya proses KPR,” jelasnya kepada pers di Serpong, belum lama ini.

Kemudian, masih ada Kirana Residence dan Serpong Lagoon yang memasarkan rumah Rp.400 juta dan Rp.500 jutaan. Di Kirana Residence rumahnya menyediakan tipe 33/57 senilai Rp.489 juta, sedangkan Serpong Lagoon meluncurkan tipe 39/72 Rp.568 juta di cluster North Pelican.

Kirana Residence lokasinya di seberang Serpong Garden, hanya lima menit dari stasiun. Sedangkan Serpong Lagon di Jl. Lingkar Selatan Serpong sangat dekat dengan Stasiun Serpong.

Selain itu, pada kesempatan berbeda, menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, anggaran tahun 2017 akan terbagi ke dalam 11 unit kerja. Untuk perumahan memperoleh jatah Rp.8,2 triliun.

Tiga direktorat memperoleh alokasi terbesar, yakni Ditjen Bina Marga senilai Rp.41,4 triliun kemudian Ditjen Sumber Daya Air sebanyak Rp.33,4 triliun, dan Ditjen Cipta Karya sekitar Rp.15,9 triliun.

Selebihnya untuk Balitbang sekitar Rp.632 miliar, Bina Konstruksi sebanyak Rp.330 miliar, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah senilai Rp.263 miliar, dan Pengembangan SDM sebanyak Rp.478 miliar.

“Anggaran untuk perumahan di Ditjen Penyediaan Perumahan anggarannya mencapai Rp.8 triliun sementara Ditjen Pembiayaan Perumahan Rp.240 miliar. Selanjutnya kami akan mempersiapkan alokasi program kegiatan dan melihat program-program mana saja yang sudah diakomodasi dan mana yang belum,” jelasnya dalam rapat kerja dengan DPR di Jakarta, Senin (25/10).

(he)