Unit type sabat. (Foto: PT.SuburGroup)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Tepatnya pada 22 – 30 September 2018, hunian cluster eksklusif yang dikembangkan pengembang Kawasan Paradise Serpong City PT.Subur Progress, bakal hadir di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

PT Subur Progress, merupakan pengembang peserta event terbesar Indonesia Properti Expo (IPEX) ini, sudah menambah sejumlah hunian cluster Cluster Carara.

Cluster eksklusif ini terdiri dari rumah dengan tipe satu lantai yang diberinama Costa Rica dan rumah dengan tipe dua lantai bertajuk Palmira.

Untuk unit yang ada di dalam Cluster Carara ini dipasarkan mulai dari harga Rp 498 juta dengan waktu pembangunan selama 18 bulan setelah akad.

“Dengan membangun Cluster Carara ini kami sudah membangun sebanyak 9 cluster yang ada di dalam kawasan Paradise Serpong City,” ujar Derice Sumantri, Komisaris Progress Group, beberapa waktu lalu.

Tingginya harga jual tanah yang ada di tengah kota juga diyakini menjadi pilihan calon pemilik rumah melirik wilayah Serpong sebagai lokasi hunian.

“Sudah kita ketahui bahwa wilayah Serpong saat ini menjadi wilayah hunian yang sangat diminati sehingga kami optimistis dengan harga yang cukup terjangkau unit yang ada di dalam Cluster Carara ini akan diminati oleh masyarakat,” ujar Derice.

Di dalam Cluster Carara ini tipe Costa Rica dibangun sebanyak 42 unit sementara tipe Palmira akan dibangun 52 unit rumah.

Sementara itu, emiten properti, PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) mencatatkan marketing sales senilai Rp6,2 triliun, atau setara 73% dari target.

Dibandingkan pencapaian marketing sales September 2017 sebesar Rp5,25 triliun, tercatat pada Oktober 2017, perseroan memperoleh tambahan hingga Rp1 triliun.

“Pada Oktober 2017, penjualan sekitar Rp979 miliar. Sebagian besar adalah penjualan apartment bulk ke Ascott di Ciputra World Jakarta,” ungkap Direktur Ciputra Development Harun Hajadi.

Harun Hajadi menjelaskan, Ascott membeli apartemen di Ciputra World Jakarta sekitar setengah tower atau senilai Rp675 miliar. Dia menuturkan, target marketing sales hingga akhir tahun diprediksi bisa tercapai.

Kendati demikian, target marketing sales hingga akhir tahun mencapai Rp8,5 triliun, atau tumbuh 18% year on year. Pada akhir tahun lalu, emiten bersandi saham CTRA mencatatkan realisasi prapenjualan mencapai Rp7,18 triliun pada akhir 2016.

Hingga September 2017, pendapatan CTRA mencapai Rp4,34 triliun, tergerus 1,58% dari posisi Rp4,41 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan ini pun membuat laba CTRA terkontraksi hingga 8% yoy menjadi Rp566,24 miliar hingga September 2017.

Pada tahun ini, CTRA juga telah meluncurkan proyek baru yakni Citraland Cibubur dan Citraland Tallasa City Makassar. Hingga Oktober 2017, CTRA telah mengantongi Rp2 triliun dari penjualan proyek CitraLand City Losari Makassar, meskipun reklamasi belum rampung seutuhnya.