JAKARTA, INAPEX.co.id, – Harga rumah bersubsidi secara perlahan akan naik, tahun 2017 kenaikannya sebesar 5 persen. Sekarang ini, di wilayah Jabodetabek harga rumah bersubsidi Rp.133,5 juta, tahun lalu harganya Rp.126,5 juta. Kelak harga rumah subsidi naik di Jabodetabek mencapai Rp.141 juta.

“Kita akan mengikuti plafon harga Rp.141 juta, tapi kenaikannya akan menunggu ketetapan dari pemerintah yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” papar La Ode Muhammad Taufan, PT Mekar Agung Sejahtera, pengembang perumahan subsidi Grand Sutera Leuwiliang, Bogor, di Jakarta,  Kamis (1/12).

Peminat rumah subsidi di Kabupaten Bogor, papar La Ode, terbilang kurang sebab pada umumnya orang cenderung lebih suka tinggal di Kota Bogor untuk sewa kos atau mengontrak. Sementara pengembangan rumah bersubsidi sudah tak mungkin dikembangkan dalam kota.

Minimnya minat masyarakat tersebut juga dikarenakan sedikitnya edukasi dan sosialisasi program hunian bersubsidi dari pemerintah. Begitu banyak konsumen yang tidak mengetahui dan memahami persyaratan untuk mengakses rumah bersubsidi.

“Padahal banyak kemudahan yang bisa didapatkan untuk masyarakat bergaji maksimal Rp.4 juta seperti bebas PPN, bunga KPR 5 persen, uang muka rendah, dan sebagainya. Masyarakat juga bisa memiliki rumah dengan mengalihkan biaya untuk huniannya yang selama ini kos atau kontrak dengan mencicil rumah bersubsidi yang sangat ringan,” jelasnya.

Sebagai patokan harga rumah bersubsidi di luar Jabodetabek sampai penghujung tahun 2016 tersebut sebanyak Rp.116,5 juta. Tahun depan harganya akan sebesar Rp.123 juta yang berlaku juga untuk wilayah Sumatera kecuali Riau dan Bangka Belitung. Dua daerah terakhir ini harganya akan naik Rp.129 juta yang sebelumnya Rp.122,5 juta. Kenaikan tertinggi di Papua yakni Rp.193,5 juta.

Selain itu, hal ini juga diungkapkan Presiden Jokowi, seiring serangkaian reformasi dibidang ekonomi, seperti pemberian pengampunan pajak atau tax amnesty, pemerintah akan melangkah ke tahap berikutnya dengan merambah fokus pembangunan di bidang pariwisata.

Presiden Jokowi menegaskan, pariwisata akan memainkan peran yang lebih dominan dalam perekonomian Indonesia. Pesatnya pertumbuhan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara, dalam setahun terakhir, dari 12.000 per tahun menjadi 12.000 per bulan.

“Anda semua tahu Bali, surga terkenal kita. Hidup Anda tidak lengkap jika Anda belum pernah ke Bali. Tapi Indonesia memiliki banyak tempat, Raja Ampat, Mandalika, Lombok, Pulau Komodo. Jika Anda ingin membeli properti, pergi segera sebelum harga tinggi,” imbuh Presiden Jokowi di Hotel Shangri-la, Jakarta, belum lama ini.

(he)