Sasar Mahasiswa Bekasi, Apartemen Ini Dijual Rp.300 Juta
Apartemen Mahasiswa Bekasi (Foto: binus)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – PT Summarecon Agung Tbk memasarkan lagi apartemen Rp.300 jutaan di Summarecon Bekasi, Bekasi, Jawa Barat. Dengan tower bernama Freesia, rencananya akan diluncurkan pada 23 Oktober 2016.

Konsumen sudah dapat memesan dengan mengambil nomor urut pemesanan (NUP) dan membayar komitmen fee Rp.3 juta. Freesia adalah tower kedua dari empat tower yang akan dibangun di kawasan The Springlake View.

Berlokasi di kawasan CBD Summarecon Bekasi, dekat dengan kampus Binus University, Sekolah BPK Penabur dan Al-Azhar, dan Summarecon Mal Bekasi.

Apartemen ini setinggi 26 lantai terdiri dari tipe studio berukuran 23 – 24 meter persegi dan 2 kamar seluas 40 – 41 meter persegi. Dari dua tipe tersebut lebih dari 80 persen adalah tipe studio. Apabila dibayar secara tunai, harganya dibandrol Rp.360 juta atau Rp.15,6 juta/m2. Jika dibeli tunai bertahap 36x, tipe studio seluas 23 meter persegi senilai Rp.428 juta atau Rp.18,6 juta/m2.

“Pembelian tunai bertahap 12-60 kali dengan depe minimal 20 persen dicicil 30 kali,” jelas staf pemasarannya kepada pers di Jakarta, belum lama ini.

Mulai dari lantai lima ke atas jumlah huniannya 31 unit per lantai, sedangkan di lantai bawah jumlahnya lebih sedikit dengan fasilitas lima lift penumpang.

Apartemen tersebut diklaim memiliki prospek bagus sebab dekat dengan kampus Binus yang akan beroperasi tahun 2018. Kampus tersebut diproyeksikan menampung belasan ribu mahasiswa. Oleh sebab itu, pasar sewanya diyakini sangat potensial.

Fasilitas di kawasan apartemen juga akan dilengkapi foodcourt, retail shop, ruang serbaguna, perpustakaan, dan ruang tunggu tamu.

Selain itu, pada kesempatan berbeda, masyarakat Indonesia memiliki kemandirian tinggi dalam pemenuhan rumahnya. Sebanyak 71 persen masyarakat membangun sendiri huniannya.

Hanya empat persen yang membeli melalui pengembang, 19 persen diperoleh dari hibah atau warisan dan enam persen dibeli dari pihak non pengembang.

Tidak hanya itu, terjadi ketimpangan yang sangat luas dalam pemilikan rumah, yakni masih ada belasan juta keluarga belum memiliki rumah, di lain pihak ada sejumlah orang yang berkelebihan rumah.

“Kondisi kita saat ini masih ada 11,8 juta keluarga yang belum punya rumah, tapi di sisi lain ada 3,1 juta orang yang memiliki rumah lebih dari satu,” jelas Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brojonegoro, kepada pers di acara Indonesia Property Awards 2016 di Jakarta.

(he)