Wakil Ketua Komisi V DPR RI meninjau Rusun bagi ASN di Kabupaten Kapuas. (Foto: PUPR)

 

KAPUAS, INAPEX.co.id – Berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) terus dilakukan oleh Kementeraian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Salah satunya, membangun Rumah Susun (Rusun) empat lantai, 54 unit dengan tipe 36 M2 yang diperuntukkan bagi ASN yang telah berkeluarga di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

“Kami senang, apa yang telah diprogramkan oleh Pemerintah sudah dilaksanakan. Hasilnya secara umum bagus, rapi. Airnya juga mengalir, bagus. Mudah-mudahan rusun yang lain hasilnya juga sebagus ini,” jelas Sigit Sosiantomo, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, saat meninjau spesifik Komisi V DPR di Kalimantan Tengah, baru-baru ini.

Sigit mengungkapkan kunjungan ini dilakukan untuk melaksanakan fungsi pengawasan serta memastikan kualitas pembangunan infrastruktur. “Kami ingin melihat hasil pembangunannya, output dan outcomenya. Karena bagaimanapun juga APBN ini adalah uang rakyat,” jelas Sigit.

Pengembangan proyek Rusun yang berlokasi di Jl. Sulawesi, Kuala Kapuas ini dilaksanakan selama 300 hari terhitung mulai Januari hingga November 2017 melalui SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Tengah. Direktur Rumah Susun, Ditjen Penyediaan Perumahan Kuswardono mengatakan Rusun ASN Kapuas dibangun menelan anggaran Rp22.8 miliar.

Sementara itu, melihat kondisi tanah di Kalimantan Tengah yang sebagian besarnya merupakan lahan gambut, maka bila bangunan dibuat lebih tinggi akan memerlukan pondasi yang lebih kuat dan memakan biaya yang lebih tinggi.

Setiap unitnya telah dilengkapi kamar mandi/toilet pribadi, furnitur lengkap berupa meja, kursi, almari, tempat tidur utama dan tempat tidur susun bagi anak, ruang dapur, serta ruang jemur. Di lantai dasar juga terdapat ruang ibadah dan ruang serbaguna.

“Biaya sewanya mulai Rp 200 hingga Rp 350 ribu, Untuk dapat menghuni rusun ini syaratnya adalah pegawai Dinas PU Kabupaten Kapuas, sudah berkeluarga dan belum memiliki rumah pribadi. Semula terdapat 80 peminat namun kami urutkan yang pendapatannya lebih rendah yang lebih prioritas. Karena tujuannya adalah membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah” jelas Septady, Plt Kepala Dinas PU Kab Kapuas.

Ibon, salah satu penghuni rusun yang merupakan pegawai honorer yang tinggal bersama istri dan dua anaknya mengatakan sebelumnya tinggal di rumah kos dengan biaya sewa sekitar Rp 500 Ribu belum termasuk air dan listrik. “Sekarang hanya Rp 300 ribu. Lingkungannya lebih enak, sebelumnya tempat saya agak kumuh. Sekarang pun lebih dekat, hanya 5 menit ke kantor,” ujarnya.