Rumah Unik Pangkalpinang, Penuh Ratusan Jendela Bekas
Rumah Penuh Ratusan Jendela Bekas (Foto: properti)

PANGKALPINANG, INAPEX.co.id, – Rumah tidak biasa beraksitektur unik dapat  ditemukan di Kelurahan Kejaksaan Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Bangunan yang mempunyai banyak bukaan berupa jendela bekas yang dicat warna warni. Ratusan jendela tersebut memiliki ukuran yang berbeda beda, hal tersebut menjadi penghias hampir menutupi seluruh bangunan yang terdiri dari dua lantai ini.

Jendela-jendela yang terpasang pada bangunan tersebut beberapa di antaranya dapat dipakai sebagaimana fungsi jendela sebenarnya, namun sebagian lainnya dipasang untuk elemen dekoratif yang menarik.

Guna menambah keceriaan suasana, jendela-jendela yang ada dicat dengan warna-warna yang berbeda. Pengerjaan bangunan terbuka untuk umum dan sudah dilakukan sekitar 45 persen.

Pengerjaan yang masih belum setengahnya ini tidak menutup kemungkinan bahwa pengunjung terus menerus berdatangan. Biasanya para pengunjung datang dari kalangan remaja yang mengetahui informasi bangunan ini yang dikenal dengan rumah jendela dari media sosial.

“Bentuknya unik. Teman-teman sudah banyak yang tahu juga dari foto-foto,” jelas Olivia, salah seorang pengunjung, kepada pers, Minggu (2/10).

Saat ada di rumah jendela, pengunjung dapat berfoto sambil bersantai. Beberapa benda dengan nilai seni dipajang bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait seni kepada para pengunjung.

“Rumah jendela kami sebut juga sebagai rumah inspirasi dan akan dilengkapi perpustakaan serta ruang pemutaran video dokumenter,” imbuh petugas pengelola, Logika.

Rumah jendela yang ternyata milik pribadi tersebut, sengaja dibangun bertujuan untuk sosial dan edukasi. Para pengunjung juga hanya membayar sumbangan sukarela untuk ongkos kebersihan.

Maka dari itu, pengunjung dapat menikmati setiap dekorasi yang unik dari rumah jendela tanpa memikirkan biaya masuk yang besar. Tidak hanya mendapatkan foto mengagumkan namun juga memperoleh pengetahuan seni dari rumah jendela.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, bangunan-bangunan di Indonesia mayoritas masih dalam pilihan penghematan dan efisiensi energi. Pasalnya, bangunan komersial dan perkantoran di Indonesia cenderung belum memegang sertifikat selaku green building atau gedung hijau.

Indonesia tercatat hanya mempunyai 34 gedung hemat energi. Padahal, total bangunan tinggi hanya di Jakarta sebanyak 450 unit.

Menurut lembaga manajemen konsultasi Solidiance, terdapat empat kriteria yang dianggap oleh lembaga ini, yakni performa dan efisiensi gedung hijau, lanskap kota, target dan kebijakan gedung hijau, juga budaya dan lingkungan kota.

Berdasarkan laporan Solidiance, untuk di Singapura saja sudah 48 persen gedung telah bersertifikat “hijau”. Tidak hanya itu, nilai untuk kategori budaya dan lingkungan hingga 19,49 persen. Kelak di tahun 2030, Singapura menargetkan 80 persen bangunannya telah bersertifikat “hijau”.

(kps)