Rumah Tapak Mulai Tersingkir, Apartemen Menjadi Pilihannya
Ilustrasi (Foto: thespruce)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Rumah tapak mulai tersingkir, apartemen menjadi pilihannya. Pasalnya, selama ini rumah tapak menjadi pilihan utama para pencari hunian daripada apartemen.

Hal tersebut lumrah sebab rumah tapak memang menawarkan sejumlah keunggulan daripada hunian vertikal, misalnya masih mempunyai tanah sendiri yang nilainya terus naik, pemeliharaannya lebih mudah dan iuran lingkungan hunian yang lebih murah.

Akan tetapi, seiring harga tanah yang sangat mahal di kota-kota besar dan tuntutan gaya hidup yang lebih praktis dari kalangan muda, keinginan pasar terhadap hunian vertikal sebagai pilihan tempat tinggal juga kian meningkat. Hal tersebut terlihat dari survei terhadap 5,5 juta pencari properti setiap bulan.

“Kalau tahun lalu hanya sekitar 35 persen pengunjung yang tertarik dengan apartemen, tahun ini jumlahnya melonjak hingga lebih dari 50 persen. Orang sepertinya sudah lebih rela tinggal di apartemen yang lebih kecil selama lokasi dan harganya masuk budget mereka,” kata Head of Marketing rumah.com, Ike Hamdan, saat memaparkan property market outlook 2018 di Jakarta, belum lama ini.

Ukuran unit apartemen tak terlalu menjadi pertimbangan pencari apartemen daripada harga, lokasi, dan akses. Kalangan muda bersedia tinggal di hunian yang lebih kecil seperti terlihat dari tipe yang banyak dicari, yakni tipe studio dan satu kamar dengan harga di bawah Rp.20 juta/m2.

“Bagi kalangan ini ada batas psikologis harga jual maksimum apartemen (yang mau mereka beli) yang tidak boleh di atas Rp.700 juta, karena dianggap sudah di luar jangkauan mereka. Makanya apartemen terintegrasi transportasi massal seperti stasiun kereta atau terkenal dengan istilah transit oriented development (TOD) yang sedang gencar ditawarkan pemerintah, juga sangat mereka minati,” imbuhnya.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Sinar Mas Land (SML) memberikan banya promo kemudahan pembayaran di cluster baru The Savia, yang baru diluncurkan akhir bulan lalu di kota baru BSD City seluas 6.000 hektar, Serpong, Tangerang, Banten.

The Savia dikembangkan di atas lahan 17 hektar, menjual rumah dua lantai tipe 62/60, 64/72, 78/72-90, 84/84-105, 107/105, dan 133/160 dengan harga mulai dari Rp.800 juta-2,9 miliar/unit tunai sudah termasuk PPN.

“Masih dalam suasana rilis perdana, kami menawarkan kemudahan cara bayar bagi konsumen. Ini kesempatan masyarakat memiliki hunian di lokasi dan fasilitas terbaik namun dengan cara bayar yang memudahkan,” tuntas CEO Strategic Developmnet & Services SML, Ishak Chandra, di Jakarta, Senin (23/10).