Rumah Rp.200 Juta Ini Bisa Hemat Listrik dan Air
Ilustrasi (Foto: wiraland)

 

MEDAN, INAPEX.co.id – Ada gak sih rumah Rp.200 jutaan bisa hemat listrik dan air? Tentu hal ini sangat diimpikan sebagian orang. Pasalnya, biaya perawatan sebuah rumah kini semakin tinggi. Biaya perawatan tersebut meliputi listrik, air, keamanan, kebersihan, dan lain sebagainya.

Dari berbagai komponen ini, biaya listrik diklaim yang paling tinggi, sebab digunakan untuk menyalakan peralatan elektronik diantaranya pendingin udara, pemanas air, penerangan, dan lainnya.

Padahal, menggunakan peralatan elektronik seperti pendingin udara yang boros watt dan memakai gas freon sangat tak ramah lingkungan. Oleh sebab itu, wajar jika banyak pengembang properti membangun hunian ramah lingkungan untuk mengantisipasi kebutuhan itu.

Wiraland Property Group adalah satu di antara sekian pengembang yang membangun hunian ramah lingkungan. Mereka memproduksi perumahan hijau lewat River Valley Residence di Simalingkar B atau dikenal dengan kawasan Sejohor Baru, Kota Medan.

“Kami membanderolnya dengan harga mulai Rp.200 juta. Konsep perumahan ini green living,” ucap Direktur Sales dan Marketing Wiraland, Jenny Lok, Rabu (4/10).

Jenny mengatakan bahwa tidak hanya harganya yang murah, setiap penghuni River Valley Residence akan memperoleh sejumlah keuntungan. Perumahan tersebut dirancang sebagai environmental reverse yang dilengkapi pepohonan ketapang sekitar 5.000 pohon pada tahap pertama pengembangan.

Dibangun di atas tanah seluas 50 hektar, perumahan tersebut juga diklaim hemat energi, sebab banyak bukaan sebagai saluran cahaya, dan udara, serta refleksi arsitektural tropis.

“Anda tidak perlu menyalakan AC dan lampu saat pagi hingga sore hari karena cahaya matahari dan angin bisa masuk ke dalam rumah, sehingga menghemat energi,” jelas Jenny.

Adapun tipe-tipe yang ditawarkan, mulai dari 9×15, 12×15 dan 16×15 meter. Tenor KPR yang dapat diambil antara 10 hingga 15 tahun dengan cicilan sebanyak Rp.2,1 juta per bulan atau sama dengan Rp.72 ribu per hari. “Para penghuni pun langsung menerima Sertifikat Hak Milik (SHM),” kata Jenny.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, pada 31 Oktober 2017 pemerintah memiliki tantangan baru dalam memperingati Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) yakni menyusun strategi pembangunan kota yang berkesinambungan.

Tidak hanya itu, dilakukan pula evaluasi dan telaahan berhubungan dengan isu pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup dan sejumlah tantangan baru di perkotaan dunia.Dalam rencana strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 2015-2019, beragam program/kegiatan dijalankan dengan sasaran strategis 100-0-100.

Program ini ialah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Pengolahan Air Limbah, Penanganan Kawasan Kumuh, dan Pelayanan Sistem Persampahan.

“Dalam empat tahun ini, kami harus dapat meningkatkan kontribusi terhadap kebutuhan air minum bagi masyarakat, memenuhi kebutuhan hunian layak dan terjangkau, dan memenuhi akses sanitasi,” tuntas Sekretaris Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Rina Agustin Indriani, Kamis (5/10).