Rumah Rp.133 Juta Tanpa DP di Cikarang
Pilar Mas Persada (Foto: pilarmaspersada)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pengembang masih mengincar kawasan industri untuk mengincar para pekerja industri di sekitarnya yang jumlahnya cukup banyak. Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, merupakan salah satu kantong hunian rumah murah terbanyak di sekitar Jakarta (Jabodetabek).

Perumahan Pilar Mas Persada di Jalan Raya Pilar, Desa Sukatani, Cikarang. Di sini tersedia rumah tipe 27/60 lengkap 2 kamar tidur, dibandrol Rp.133 juta.

Menurut staf pemasaran Pilar Mas Persada, Herman, pihaknya memberikan penawaran menarik untuk meringankan beban konsumen.

“Kami menawarkan program depe 0 persen, konsumen cukup bayar booking Rp.1 juta bisa langsung proses KPR. Angsurannya bisa dipilih, mulai Rp.800 ribu/bulan untuk tenor 20 tahun, Rp.1 juta jangka waktu 15 tahun, atau Rp.1,4 juta 10 tahun,” paparnya kepada pers di Jakarta, Selasa (22/11).

Cikarang, lanjut Herman, terbilang banyak dikembangkan perumahan sebab kawasannya sudah hidup dan banyak industri. Rumah-rumah murah yang kini ditawarkan bisa jadi penjualan terakhir sebab harga lahannya terus naik. Maka dari itu untuk pengembangan rumah murah selanjutnya dipastikan akan jauh lebih mahal.

Ada berbagai syarat untuk memperoleh rumah murah tanpa depe tersebut yakni setelah maksimal 40 tahun dan sudah karyawan tetap dengan masa kerja minimal 1 tahun.

Bagi pekerja swasta harus sudah buka usaha minimal 2 tahun dan mesti ada bukti keberadaan toko fisik  atau outlet usahanya. Syarat lainnya belum memiliki hunian dengan gaji maksimal Rp.4 juta.

“Lokasi perumahannya juga sangat strategis dan dekat ke stasiun maupun terminal Cikarang, dekat dengan kawasan industri Jababeka dan EJIP Cikarang, dan sekitar 25 menit ke tol Cikarang Barat. Nantinya lokasi ini akan lebih mudah dengan rencana jalan tol Cikarang-Tanjung Priok,” jelasnya.

Selain itu, pada kesempatan berbeda PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerjasama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR), kredit multiguna, kredit pemilikan apartemen (KPA), dan kredit kendaraan bermotor (KKB) bagi karyawan Garuda. Suku bunga yang ditawarkan sangat kompetitif.

Bunga KPR 8,5 persen (fixed 5 tahun), kredit tanpa agunan 0,64 persen flat per bulan kredit Multiguna 9,75 persen (fixed 3 tahun), dan  KKB 2,55 persen flat/tahun dengan tenor sampai tujuh tahun.

Penyaluran kredit kepada karyawan Garuda yang berjumlah lebih dari 8.000 orang tersebut diharapkan meningkatkan kredit retail Bank Mandiri.

“Kami berharap dapat terus mengembangkan kerja sama strategis lainnya antara Garuda dan Bank Mandiri,” papar Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia, Linggarsari Suharso, usai perjanjian kerjasama (PKS) di Jakarta.

(he)