ilustrasi. (Foto: pupr)

 

TANGSEL, INAPEX.co.id – Rumah murah Rp 112 juta di Depok Jawa Barat, bakal diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kalangan buruh.

Rencananya, pembangunan rumah tersebut akan dilakukan dikawasan Depok, berbeda dengan hunian buruh yang diresmikan di Tangerang Selatan.

Namun, rumah yang bakal diresmikan yaitu jenis rumah tapak. “Minggu depan atau 2 minggu lagi saya akan resmikan lagi di Depok, ini juga dekat stasiun ini dibangun tapi landed house,” kata Presiden Jokowi di Tangerang Selatan, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Jokowi, rumah yang akan diresmikan sebanyak 2.000 unit. Harga rumahnya pun relatif terjangkau yakni Rp 112 juta. “Tipenya, tipe 21 tapi harganya Rp 112 juta. Kalau ini sangat murah,” ungkapnya.

Presiden Jokowi berharap, para buruh untuk melirik rumah-rumah tersebut. Jokowi menyatakan akan terus membangun rumah jika buruh masih kekurangan hunian layak. “Tolong dilihat, segera dilihat jangan sampai yang beli orang di luar pekerja. Kalau barang-barang segera habis Saya akan dorong dibangun, dibangun, dibangun untuk pekerja kita,” tegasnya.

Menurutnya, pemenuhan akan rumah penting bagi para pekerja. Terlebih untuk rumah yang layak huni.”Kebutuhan yang penting bagi pekerja, bagi masyarakat adalah perumahan yang terjangkau yang layak huni,” tandasnya.

Sementara itu, Pemerintah akan bekerja sama dengan organisasi buruh demi pengawasan kepemilikan di hunian murah bagi buruh dan pekerja di Tangerang Selatan, Banten.

Presiden Joko Widodo tidak ingin hunian murah yang diperuntukan bagi buruh serta pekerja berpenghasilan rendah, justru dimiliki oleh orang kaya.

“Oleh sebab itu, kami bekerja sama dengan pimpinan-pimpinan serikat pekerja. Sehingga jangan sampai ini didapatkan oleh yang di luar buruh,” ujar Jokowi.

Pada acara peletakan batu pertama proyek rumah murah bagi buruh dan pekerja tersebut, sejumlah pimpinan serikat pekerja turut hadir, antara lain Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dan Presiden KSBSI Mudhofir.

Serikat pekerja bakalan melakukan seleksi apakah anggotanya memenuhi syarat untuk membeli rumah murah tersebut atau tidak. Namun, Pemerintah mengembangkan hunian vertikal murah untuk buruh tersebut dilakukan pengawasan secara bersama serta tepat sasaran.

Di lahan seluas 8,2 hektare tersebut, direncanakan dibangun 9.000 unit dalam 11 tower. Namun, tidak seluruh unit diperuntukan bagi pekerja dan buruh berpenghasilan rendah.

Sebanyak 6.000 unit diperuntukan bagi buruh. Sementara sisanya diperuntukan bagi masyarakat umum. Unit khusus bagi buruh dan pekerja bertipe 30 akan dijual dengan harga Rp 293 juta. Adapun, down payment per unit hanya 1 persen atau Rp 2,9 juta dengan cicilan Rp 1,2 juta per bulannya.