Penghasilan dari upah kerja masyarakat seakan saling kejar mengejar dengan harga rumah. (Foto: hariandepok.com)
Penghasilan dari upah kerja masyarakat seakan saling kejar mengejar dengan harga rumah. (Foto: hariandepok.com)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Bingung atau ragu? Apa iya masih ada rumah dengan harga terjangkau? Itulah pertanyaan yang hinggap di benak dan pikiran kita. Wajar saja kegalauan akan hunian yang mahal masih menghantui warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Pasalnya, antara penghasilan dari upah kerja masyarakat seakan saling kejar mengejar dengan harga rumah yang semakin mahal dan terus berlari kencang.

Namun masih ada di jaman sekarang ini pihak pengembang hunian tapak memberi angin segar dengan memberikan Down Payment dan cicilan yang super murah serta terjangkau oleh kaum millenial.

Di jelaskan Manajer Pemasaran Kalindo Land, Cecep Prayitno, bahwa pengembang Kalindo Land memberikan tawaran rumah murah seharga Rp250 juta-Rp400 juta di Permata Nusa Indah.

“Selain itu, di Grand Nusa Indah bisa menjadi pilihan generasi millenial karena perumahan di sini membandrol Rp 325 juta hingga Rp 750 jutaan. Ada sebagian pengembang yang menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) Cibubur untuk penjualan rumah di jalur Transyogi tersebut,” jelas Cecep Prayitno, kepada wartawan, belum lama ini.

Cecep menambahkan, dua proyek di Transyogi ini memang andalan perusahaan untuk menarik konsumen dari kalangan muda atau kaum milenial Jabodetabek. Sedangkan untuk hunian yang di banderol dengan harga Rp250 jutaan itu milenial dari kalangan keluarga muda atau karyawan baru hanya perlu mencicil sekitar Rp2 jutaan per bulan.

“Kami subsidi semua biaya proses persetujuan KPR di BTN sehingga konsumen cukup bayar uang muka satu persen dari nilai harga rumahnya. Harga itu tentunya sesuai dengan daya beli para milenial yang saat ini jumlahnya mendominasi demografi penduduk Indonesia. Dengan Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Gaeess dari BTN, proses aplikasi kreditnya bisa dilakukan secara online dan proses persetujuannya lebih cepat. ,” kata Cecep.

Sementara itu, Kepala Kantor BTN Cibubur, Dedy Lesmana, secara terpisah menuturkan generasi milenial yang akrab dengan dunia digital tak perlu repot melakukan proses aplikasi manual seperti proses kredit, yang sudah lama kami sosialisasi.

Seperti program Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/A) khusus yang diberi nama KPR Gaeesss. Pada program kredit ini,kaum millenial bisa memiliki hunian tapak atau hunian vertikal dengan kemudahan persyaratan dan angsuran yang terjangkau.

“Kalau sudah disetujui, baru datang ke BTN untuk proses penyerahan fisik legalitas persyaratan kredit. Khusus konsumen yang sudah punya fixed income malah lebih dimudahkan lagi proses persetujuan kreditnya,” kata Dedy

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Bank BTN, Budi Satria, mencoba memaparkan tentang KPR Gaeesss. Pertama, KPR ini memudahkan para milenial mulai dari awal pengajuan aplikasi KPR atau KPA, dan biaya yang rendah untuk uang muka, biaya provisi, dan administrasi. Kedua, Keunggulan program KPR ini, yakni BTN memasukkan biaya proses KPR dalam plafon kredit dan nasabah tidak perlu mengendapkan dananya di rekening. Selain itu, BTN memberikan suku bunga KPR hanya 8,25% fixed selama 2 tahun, dan Uang muka (DP) minimal 1% khusus untuk rumah pertama.

“BTN memberikan diskon 50% biaya provisi dan administrasi, semua biaya proses KPR ini akan dimasukkan ke plafon kredit,” terang Budi Satria.