Rumah Buatan Mahasiswa Ini Bisa dicicil Rp.800 ribuan
Ilustrasi (Foto: indocementawards)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Dengan harga produksi Rp.80 juta per unit, masyarakat yang tertarik untuk membangun atau membeli rumah tersebut hanya mengeluarkan dana  Rp.800.000 per bulan dengan masa tenor 15 tahun.

“Humanis”. Demikian rumah karya empat mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur yang tergabung dalam tim “Intifadah” merupakan pemenang lomba Fabricated House Competition (FHC) dalam Indocement Awards 2016 dan berhak atas hadiah berupa uang Rp.25 juta.

Ketua Tim “Intifadah” Ahmad Arif Ibrahim menilai bahwa “Humanis” jadi juara dikarenakan telah memenuhi segala kriteria yang dilombakan.

“Kami mampu merakit beton pra-cetak (prefabrikasi) dan panel-panel non-struktural hanya dalam waktu 2,5 jam. Selain itu, semua komponen yang digunakan juga ramah lingkungan,” papar Ahmad kepada pers, baru-baru ini.

“Humanis”, lanjut Ahmad, begitu mudah dilakukan bahkan oleh para tukang bangunan serta masyarakat awam.

Tidak hanya mudah, waktu pengerjaannya juga cepat sebab hanya memakai bahan beton pra-cetak yang dapat dirakit di lokasi pembangunan.

Untuk membangun “Humanis”, diperlukan tenaga kerja sebanyak tiga orang. Hal tersebut sangat membantu mengurai biaya produksi.

Ahmad menghitung, biaya produksi “Humanis” tipe 36 dilengkapi dua kamar tidur, satu ruang keluarga, dapur, dan satu kamar mandi dengan kloset duduk, senilai Rp.80 juta.

Ongkos produksi tersebut dapat jauh lebih murah apabila “Humanis” dibangun banyak, misalnya lebih dari 10 unit.

“Di luar harga lahan, ongkos produksi rumah secara massal hanya Rp.60 juta,” jelas Ahmad.

Rekan satu tim Ahmad, Rahadian Dwi Nugroho menambahkan, Tim “Intifadah” sudah menjalankan simulasi kredit pemilikan rumah (KPR) atas “Humanis” tipe 36.

“Kami berencana menawarkan rumah ‘Humanis’ ini ke pengembang-pengembang atau industri yang tertarik. Selain itu, kami juga akan menawarkan ini ke bank-bank penyalur KPR,” tutur Roland Martin Simatupang, dosen pemimbing Tim “Intifadah”.

Ahmad berharap “Humanis” bisa memperoleh dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) supaya dapat disempurnakan untuk kemudian bisa dibangun untuk meminimalisir backlog rumah 13 juta unit.

Material “Humanis” adalah beton pra-cetak berbasis semen, dengan konsep open frame yang di mana panel-panel dinding bersifat non-struktural.

Rumah tersebut diklaim memenuhi unsur kekuatan, inovatif, kekakuan (stabilitas), ekonomis, tahan lama, ramah lingkungan, dan mudah dibangun.

(kps)