Bank BTN mendukung program satu juta rumah. (Foto: dok.inapex)
Bank BTN mendukung program satu juta rumah. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Merespon program satu juta rumah seperti yang telah dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bank BTN merupakan salah satu bank yang mendukung skema kredit kepemilikan rumah (KPR).

Kemudian, program kredit pemilikan rumah (KPR) rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau rumah subsidi type 36 dengan sistem Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) harga rumah maksimum Rp.122.500.000 dan angsuran rumah super murah, berkisar Rp800 ribu.

“Jadi untuk masyarakat yang belum memiliki rumah dan berpenghasilan maksimal Rp4 juta ini dan yang pasti tidak memiliki permasalahan dalam perbankan, sekarang merupakan tahun yang baik untuk memiliki rumah sendiri dan Bank BTN siap membantu pembiayaan kredit perumahan rakyat,” ujar Branch Manager Bank BTN Cabang Pangkalpinang, Chris Setyawan, belum lama ini.

Lebih lanjut Chris mengatakan, FLPP merupakan program pemerintah untuk membantu seluruh masyarakat memiliki rumah dengan bunga yang sangat kecil, yaitu 5 persen per tahun.

Hingga Oktober lalu, masih dikatakan Chris, Bank BTN Cabang Pangkalpinang telah mengucurkan dana untuk membiayai 1.575 unit rumah dengan nilai lebih dari Rp176 miliar.

Dana pembiayaan rumah subsidi tersebut, terbagi di Pulau Bangka maupun Pulau Belitung. “Jadi sudah saatnya masyarakat memiliki rumah sendiri saat ini,” tambahnya.

Layanan BTN yang berlokasi di Mall BTC Blok 11 -14 dan jam operasional loket pelayanan bank dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai 15.30 WIB. Bank BTN yang telah memiliki lebih dari 25.000 nasabah di Bangka Belitung ini juga menawarkan tabungan BTN Batara dengan bunga menarik.

Terlepas itu, secara terpisah sejumlah debitur Bank BTN yang tergabung dalam Forum Warga D’Marco (FWD) berharap pelayanan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap memberikan eksistensinya kepada masyarakat.

“Sebagai bank pelopor pembiayaan rumah harus bisa menjaga kepercayaan yang telah diemban, khususnya untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah layak huni,” ujar Nufus anggota FWD.

Menurutnya, program pembiayaan rumah murah tak harus mengabaikan dari kwalitas bangunan disetiap perumahan subsidi tersebut.

“Pada dasarnya kita sangat mendukung program satu juta rumah. Tapi system pembiayaan rumah yang sangat murah itu lantas jangan mengabaikan kwalitas bangunan itu. Karena nantinya masyarakat juga yang akhirnya sangat dirugikan. Selain mereka harus susah payah membayar cicilan, tapi juga harus melakukan renovasi berat karena banyak bangunan yang tidak layak seperti dinding retak dan genteng rentan bocor ketika musim hujan,” ujar Nufus.

Oleh sebab itu, masih dikatakan Nufus, pelaksanaan program rumah murah harus benar-benar diawasi sehingga tidak ada proyek perumahan yang terkesan asal jadi.

“Itu merupakan tanggungjawab semua pihak, khususnya di Kementerian PUPR dan pihak bank yang menyalurkan dana pembiayaan rumah juga harus ikut ambil peran dalam pengawasan tersebut,” tambahnya.