Ilustrasi gimmic Metland di pameran IPEX 2018. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Terkait rencana kenaikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ditahun 2019, masih di hold. Hal tersebut diperkirakan oleh Director PT Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo, seiring kenaikan suku bunga acuan.

Kendati tak dapat dipungkiri kenaikan berlaku untuk pinjaman perseroan, tidak untuk KPR. “Suku bunga saya pikir memang ke depanya naik, tapi suku bunga sekarang untuk KPR rata-rata di hold,” ujar Olivia, ketika meluncurkanThe Riviera tahap 3, di Jakarta, baru-baru ini.

Masih dikatakan Olivia, ketika bunga pinjaman lain mengalami kenaikan, sampai sekarang perbankan belum menaikkan bunga kredit karena mengejar portofolio.

Dia memperkirakan kenaikan bunga KPR akan dilakukan tahun depan. “Saat ini KPR belum naik karena bank mengejar portofolio mereka karena slow down, yang nai kredit lain KPR yang aman, mereka tahan suku bungan KPR,” ujarnya.

Olivia mengakui, perbankan tidak akan terus menahan bunga KPR, tetapi kenaikannya tidak besar. Bahkan dia memastikan kenaikannya tidak mencapai dua digit.

“Memang trendnya naik kalau lihat secara tenor kan panjang, kalau naik pun tidak terlalu besar selisihnya. Saya tidak melihat double digit dalam waktu dekat,” tandasnya.

Sementara itu, secara terpisah Executive Vice President Non Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Suryanti Agustinar berharap masyarakat diminta secepatnya beli rumah mumpung bunga KPR masih rendah. Apalagi, saat ini bunga KPR relatif masih murah.

Menurut Suryanti, saat ini bunga KPR perumahan belum dinaikan oleh perbankan. Tapi, masih dikatakan Suryanti, belum tentu bunga kredit perumahan pada depan sama rendahnya dengan tahun ini.

“Memang saat ini kalau bunga kredit belum tinggi banget ambil segera kredit rumah. Karena bunga rendah belum tentu ada tahun depan. Makannya ambil cepetan bunga KPR murah,” ujar Suryanti, sembari menambahkan, perbankan tak bisa menjamin bunga KPR perumahan akan tetap rendah seperti sekarang.