Pilihan Terbaik, Membeli Atau Menyewa Rumah?
Ilustrasi (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Real Estate Indonesia (REI) mengusulkan melalui RUU Pertanahan untuk mempermudah kepemilikan properti untuk warga negara asing (WNA).

Asosiasi pengusaha pengembang properti tersebut berharap, WNA yang memiliki properti dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) hanya memiliki hak 25 tahun dan perpanjangan 25 tahun setelah habis.

Sekretaris Jenderal REI Paulus Totok Lusida membenarkan pihaknya masih terus berdiskusikan mengenai kemudahan WNA memiliki properti.

Menurutnya, bagi WNA regulasi di Indonesia lebih rumit ketimbang regulasi di negara tetangga.

“Orang asing tetap samalah, HGB, tetapi 50 tahun, kemudian bisa diperpanjang 40 tahun. Hal itu kita butuhkan karena negara tetangga kita berinya 100 tahun, jadi supaya kompetitif,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Totok, masyarakat tak perlu khawatir terhadap usulan REI tersebut karena properti yang diperuntukkan WNA memiliki kelas ekonomi yang sudah dibatasi.

Selain itu, area lahan yang bisa dimiliki Asing juga terbatas dan hanya untuk high end saja.

“Properti itu kan tidak dibawa lari atau dibawa ke luar negeri, tetap ada di Indonesia. Dengan adanya batasan itu, tentu saja ada kepastian statusnya baik untuk orang asing maupun negara kita,” katanya.

Secara terpisah, Pengamat Properti, Panangian Simanungkalit meragukan aturan itu akan efektif menggenjot demand WNA terhadap kepemilikan rumah.

Pasalnya, banyak WNA yang sudah memiliki properti di Indonesia kendati menggunakan nominee atau nama orang lain.

“Orang asing ragu akan kepastian hukum perpanjangannya dan kepastian biaya perpanjangannya. Jadi orang asing di Indonesia memilih jalan memiliki properti dengan nominee melalui perjanjian dibawah tangan,” pungkasnya.