BTN Respon Penyesuaian Suku Bunga KPR Untuk Konsumen Property
Realisasi KPR Bank BTN dinilai lebih tinggi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi Bank Tabungan Negara (BTN) dinilai lebih tinggi. Fakta itu tercatat PT Bank Tabungan Negara Tbk terkait kenaikan kredit lebih baik dari tahun sebelumnya. Bahkan pencapaian itu, jauh melampaui target yang pernah dicanangkan oleh perseroan tersebut.

“Memang untuk KPR realisasinya lebih tinggi di KPR subsidi,” ujar Direktur BTN Iman Nugroho Soeko, di Jakarta, belum lama ini.

Menurut laporan keuangan Bank BTN per akhir Desember 2016, perseroan mencatat kenaikan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar 17,61% yoy menjadi Rp150,22 triliun dari tahun sebelumnya Rp127,73 triliun.

Kenaikan penyaluran kredit tersebut, didongkrak peningkatan KPR dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Jadi lebih di dorong adanya demand yg tinggi untuk rumah dari MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), utamanya karena tingkat suku bunga KPR subsidi yang rendah sekitar 5%,” paparnya.

Sementara itu, isu pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak ternyata tak menyurutkan antusias pelaku bisnis properti di seluruh Indonesia. Fakta itu terbukti meningkatnya animo permintaan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Penjualan properti kami terus mengalami peningkatan karena banyak masyarakat yang membutuhkan hunian layak. Soal isu pilkada itu hanya bersifat politis, tapi saya optimis bagi pencari rumah apalagi pasangan baru sangat antusias serta lebih mementingkan kebutuhan hunian dibandingkan memikirkan politik,” kata Nenny salah seorang marketing Bukit Residence, ketika dihubungi INAPEX.co.id.

Menurut Nenny, kehebohan pemilihan gubenur dan isu keamanan tidak berpengaruh terhadap pergerakan pasar properti di Indonesia.

“Indikasi pertumbuhan pasar properti sangat jelas terlihat, hanya saja ada sejumlah kompetiter yang mencoba memenghembuskan keraguan konsumen agar menahan beli properti,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ditengah pertumbuhan harga properti, justru Bukit Cilebut Residence di Desa Ciilebut, Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, menawarkan uang down payment (DP) sangat murah yaitu cuma sebesar Rp.5 juta rupiah.

“Lima juta itu sudah termasuk booking fee Rp.1 juta, yang Rp.4 juta nya DP. Harga rumah sudah termasuk biaya biaya surat-surat, bea balik nama, dan gratis bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), kecuali biaya proses KPR,” jelas Nenny Marketing Bukit Cilebut Residence, ketika dihubungi INAPEX.co.id.

Tak hanya itu, dengan uang muka terjangkau konsumen bisa langsung mendapatkan unit rumah tipe 38/84 yang dibandrol hanya sebesar Rp. 330 jutaan atau tipe 45/84 harga Rp. 351 jutaan. “Status kita sertifikat hak guna bangunan (SHGB) karena masih atasnama PT,” tambah Nenny.

Perumahan ini, sedikitnya akan dibangun sekitar 300 unit diatas lahan 3,7 hektar dikembangkan oleh PT Gunakaryana Abadi Sejahtera yang merupakan salah satu peserta pameran Indonesia Properti Expo pada 11 sampai 19 Februari 2017 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Menurut Nenny, lokasi perumahannya dekat dengan Stasiun Cilebut dan Bojong Gede. Penghuni perumahan yang dikonsep desain minimalis modern ini, bisa memanfaatkan fasilitas transportasi kereta komuter ke Stasiun Tanah Abang Jakarta sekitar 35 menit. Ke Stasiun Jakarta Kota yang jaraknya paling jauh waktunya 45 menit.

“Sekarang masih harga promo prospek perumahan yang dekat dengan stasiun akan sangat bagus apalagi di kawasan ini angkutan umum beroperasi 24 jam dan banyak fasilitas publik,” tambah Nenny.