Ilustrasi. (Foto; pixabay)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ratusan ribu per bulan, tercatat sebagai pencari rumah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Hal tersebut juga tercatat pada salah satu Situs iklan baris, terdapat 610.000 pencarian properti diantaranya seperti rumah tapak, apartemen, dan kaveling tanah di platform tersebut.

Kemudian, pada iklan penawaran properti yang tayang di situs e-commerce mencapai 335 ribu per bulan yang berasal dari 92.000 penjual.

Ignasius Ryan Hasim, Head of Real Estate dari sebuah situs iklan properti di Indonesia dalam diskusi mengenai pasar properti mengatakan 80 persen merupakan penjual individu, 20 persen agen properti. Semuanya berupa hunian seken. Dari jumlah itu, 72.000 unit diklaim terjual setiap bulan.

Kemudian, untuk rumah tapak, rasio supply dan demand tertinggi ada di Jakarta Timur, disusul Kota Bogor, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat. “Properti di Jakarta Timur sedang sunrise,” katanya.

Sedangkan untuk apartemen, di Jakarta Barat, Kota Tangerang, Kota Depok, Kabupaten Tangerang, dan Kota Bogor.

Sementara untuk kaveling tanah, di Kota Bekasi, disusul Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang.

“Rata-rata iklan penawaran apartemen (yang laku), closing (ditransaksikan) dalam 22 hari, rumah tapak 24 hari, dan kaveling tanah 26 hari. Jadi, kecepatan menjual properti (seken) sudah terbukti,” jelasnya.

Ia tidak bisa menyebutkan rentang tipe rumah tapak dan apartemen serta luas kaveling tanah yang paling diminati.

Namun, dikatakan untuk rentang harga rumah tapak, apartemen, dan kaveling tanah yang paling banyak dibeli, serta rata-rata usia konsumennya.

Yang jelas untuk rumah tapak, rata-rata harga jualnya mulai dari Rp8 juta/m2 (Kabupaten Bekasi) sampai Rp17,2 juta (Jakarta Utara).

Sedangkan untuk apartemen, Rp12,9 juta/m2 (Kota Bekasi) sampai Rp21,4 juta (Jakarta Selatan).