927 Pengemudi Go-Jek Serbu Cicilan Rumah Rp.40 Ribuan
Pengemudi Go-Jek Ajukan KPR (Foto: infobanknews)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Dibulan Ramadhan ini, tak hanya menjadi bulan suci namun juga penuh berkah bagi para pengemudi Go-Jek dan tukang mie ayam. Karena dikalangan inilah mereka dapat kemudahan mulai dari penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Mikro hingga mudik gratis.

Seperti diketahui melalui program pemerintah menyalurkan KPR Mikro bagi masyarakat berpenghasilan Rp 2,6 juta atau yang memiliki pekerja informal sudah berjalan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang ditunjuk pemerintah menyalurkan kredit tersebut dengan bunga di bawah 10%.

BTN juga bekerja sama dengan sejumlah komunitas pekerja informal seperti Go-Jek serta komunitas pedagang bakso dan mie ayam. Direktur Consumer Banking BTN Handayani mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya sudah menerima pengajuan KPR Mikro dari driver gojek sebanyak 1.200 calon debitur. Namun yang lolos seleksi dan memperoleh fasilitas tersebut sekitar 600 driver Go-Jek. “Jadi 600 kreditur yang lolos itu driver Go-Jek dari 1.200 yang mengajukan,” tuturnya di Menara BTN, Jakarta, belum lama ini.

Kemudian bagi komunitas pedagang bakso dan mie ayam yang telah mengajukan sebanyak 233 calon debitur. Namun yang sudah lolos seleksi 30% atau sekitar 70 pedagang. Jika dihitung sampai saat ini sudah ada 670 pekerja informal yang mendapatkan fasilitas kredit mikro.

Handayani menambahkan, melalui program tersebut nasabah bisa memanfaatkan fasilitas kredit untuk melakukan renovasi rumah dengan plafon Rp 75 juta. Mereka juga bisa menggunakan dana tersebut untuk membangun rumah jika sudah memiliki tanah.

Selain itu, para pekerja informal juga berkesempatan untuk memperoleh KPR bersubsidi dengan harga rumah Rp 141 juta. Di mana rumah tersebut tergabung dalam program rumah murah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

“Nah kebanyakan mereka mengajukan untuk renovasi rumah. Kalau yang driver Go-Jek juga banyak yang mengajukan untuk KPR bersubsidi Rp 141 juta,” tukasnya.

Dalam program ini, nasabah diharuskan untuk melakukan cicilan setiap harinya. Guna menghindari kredit macet, calon debitur tersebut diharuskan untuk melakukan tabungan rutin setiap hari minimal 6 bulan.

Selama periode tersebut BTN memantau kedisiplinan calon nasabah dalam menabung setiap harinya. “Khusus untuk Go-Jek kita pantau harus nabung minimal 3 bulan,” tukasnya.

Lokasi pendaftaran Mudik Gratis. (Foto: istimewa)

Sementara itu, menyambut musim mudik Lebaran 2017, Kementrian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan BUMN menyelenggarakan program Angkutan Sepeda Motor Gratis dan Mudik Gratis dengan total kuota angkut 44.721 sepeda motor dan 208.435 penumpang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program yang baik ini.  Dikatakan, program ini khusus ditujukan bagi pemudik yang selama ini menggunakan sepeda motor menempuh perjalanan jarak jauh ke kampung halamannya.

Penggunaan sepeda motor untuk mudik memang masih cukup tinggi dan diminati oleh masyarakat karena berbagai alasan kemudahan.

Sebaliknya, menurut Budi, penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh memiliki potensi kecelakaan lalu lintas yang cukup besar sehingga keselamatan pemudik kurang terjamin. “Dengan adanya program mudik gratis, kami mengimbau para pemudik sepeda motor untuk mengurangi atau tidak menggunakan motor untuk perjalanan jarak jauh,” pungkas Budi.