Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Real Estate Indonesia (REI) di Nusa Dua, Bali. (Ni Putu Eka Wiratmini – Bisnis).

BALI, INAPEX.co.id – Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2018, Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia tetap berkomitmen untuk merealisasi program sejuta rumah. Rapat kerja nasional (Rakernas) di Bali ini pun secara khusus mengusung tema “Komitmen REI Bersama Pemerintah dalam Mendukung Program Satu Juta Rumah”.

Tema tersebut sengaja diusung sebagai wujud komitmen dan integritas REI sebagai garda terdepan membangun rumah rakyat. Adapun pada 2017 REI sukses membangun 206.290 unit rumah subsidi dan 200.000 unit rumah komersial. Artinya, REI berhasil menyumbang 40% dari target satu juta rumah pemerintah pada 2017.

“REI membuktikan bahwa kami bekerja nyata bersama pemerintah untuk membangun rumah khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Ketua Umum DPP Real Estate Indonessia (REI), Soelaeman Soemawinata, di Nusa Dua Bali, baru-baru ini.

REI merupakan asosiasi pengembang tertua dan asosiasi pengembang rumah rakyat terbesar di seluruh Indonesia.

Karena itu, berdasarkan data Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Rumah (PPDPP), dari total 11.568 pengembang rumah subsidi di seluruh Indonesia, sekitar 43% diantaranya adalah pengembang REI.

Soelaeman menilai, program satu juta rumah adalah sebuah kesempatan bagi anggota REI untuk berbisnis, beramal, dan berbakti. Berbisnis, karena menjadi ladang usaha para pengembang menengah bawah di seluruh Indonesia.

Soelaeman menilai, beramal karena menyediakan rumah terjangkau dan layak huni untuk membantu rakyat khususnya yang berpenghasilan rendah.

Serta Berbakti, karena melalui program ini, anggota REI dapat menunjukkan idealisme pengembang swasta untuk rakyat. “Lewat Rakernas REI tahun ini, kami kembali menyampaikan komitmen untuk selalu mendukung program satu juta rumah,” ujar Soelaeman Soemawinata.

Terlepas itu, secara terpisah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar akad secara massal.

“Tujuan utamanya kan untuk ikut menyukseskan Program Satu Juta Rumah. Di Semarang ini ada 20 debitur dari 19.750 orang yang mengajukan akad. Ini serentak di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Bank BTN, Budi Satria, usai meninjau akad KPR massal di Kantor Cabang BTN di Karang Ayu, Kota Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Menurutnya, KPR yang pertama kali dirilis BTN tersebut diharapkan tetap konsisten mengembang misi untuk mewujudkan rumah yang layan bagi masyarakat.

“Akad KPR massal kembali ke kampung halaman, intinya seperti itu, karena KPR itu pertama kali dirilis kan oleh BTN dan kami berharap tetap konsisten mengemban misi awal ketika pertama kali KPR diluncurkan, yaitu membantu mewujudkan rumah yang layak bagi masyarakat,” tambah Budi.