PUPR Resmikan Pembukaan Pameran Transportasi dan Infrastruktur
Pembukaan Pameran Transportasi dan Infrastruktur

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono resmi membuka Pameran Transportasi dan Infrastruktur di Gedung SMESCO Jakarta, Rabu (14/9) pagi.

Dalam sambutannya, Basuki menjelaskan pameran ini adalah salah satu upaya dalam mensosialisasikan infrastruktur dan transportasi yang aman kepada masyarakat.

“Pameran ini sama halnya dengan seminar, never ending activities yang berguna memberikan informasi bagi masyarakat apa yang kami lakukan dalam hal infrastruktur dan transportasi berkeselamatan,” papar Basuki.

Basuki menilai bahwa transportasi dan infrastruktur bisa mengubah peradaban manusia. Maka dari itu, Kementerian PUPR terus membangun sarana dan prasarana antara lain jalan nasional dan jalan tol untuk mendukung keselamatan transportasi ini.

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kepolisian, dan Basarnas untuk menciptakan itu semua dan menjadi satu tim bersama,” jelasnya.

Serupa dengan Basuki, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur oleh pemerintah sekarang harus diapresiasi dan konektivitas yang hadir di tengah masyarakat adalah hal penting.

“Kami melihat banyak kegiatan saat ini dilakukan pemerintah, ini menandakan pemerintah sangat serius membangun infrastruktur dan ini suatu kebanggaan yang luar biasa,” imbuh Budi.

Pameran transportasi dan infrastruktur diikuti 39 eksibitor akan berlangsung selama tiga hari, yakni dari 14 September hingga 16 September 2016.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, keputusan reklamasi di Teluk Jakarta untuk ditinjau kembali atau dilanjutkan mestinya ada di tangan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil bukan pada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim Luhut B Panjaitan.

Pasalnya, masalah yang ada di Teluk Jakarta adalah konflik tata ruang serta melibatkan konflik perundangan, antara pemerintah dan warga, antar-lembaga pemerintahan, serta antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan investor.

Akibat dari konflik tersebut begitu luas sebab berkaitan pembangunan dengan daya dukung di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur), kepastian hukum, kepastian berusaha, dan kepastian hidup pantas untuk masyarakat. Ditambah risiko Teluk Jakarta merupakan toilet terbesar di dunia.

Ketua Umum Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP) Bernardus Djonoputro mengatakan bahwa penilaiannya berhubungan dengan keputusan pemerintah melalui Menko Maritim yang memberi izin untuk dilanjutkan lagi kegiatan reklamasi Teluk Jakarta kepada pers, Rabu (14/9).

“Menko Maritim cukup memonitor dan mengoordinasi menteri-menteri yang terkait Reklamasi Teluk Jakarta,” papar Bernie, sapaan akrab Bernardus.