PUPR Pantau Penyaluran Program Sejuta Rumah Lewat E-Monitoring
Pelatihan dan Inputing Data e-monitoring (Foto: pu)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan sistem e-monitoring guna memperjelas penyaluran program perumahan.

Sistem tersebut untuk memantau pembangunan rumah murah supaya dapat diketahui secara tepat dan cepat serta mempermudah pengawasannya.

“Kita ingin tujuan program pembangunan rumah bukan hanya membangun perumahannya tapi juga keterhunian. Dengan sistem e-monitoring ini akan memudahkan pemantauan hingga rumahnya selesai dibangun, lokasinya, serta keterhuniannya,” tutur Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan PUPR Syarif Burhanuddin, kepada pers di Jakarta, baru-baru ini.

Sistem e-monitoring tersebut akan diintegrasikan juga dengan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan di tiap-tiap provinsi di Indonesia.

Kelak para petugas yang mendata di setiap-setiap provinsi ini akan memasukan data sehingga memudahkan kontrol terhadap program ini serta menguatkannya tepat sasaran.

Berdasarkan data riil di lapangan, akan jadi pertimbangan utama untuk memastikan arah kebijakan program perumahan berikutnya tak hanya untuk PUPR namun juga dengan kementerian maupun instansi terkait lainnya.

Berdasarkan pantauan tersebut akan diketahui gambaran pembangunan perumahan di daerah apakah berjalan dengan baik atau terdapat kendala yang mesti diselesaikan.

 

“Untuk teknisnya kami juga akan terus mendorong kemampuan para petugas e-monitoring ini karena harus teliti. Selain itu juga akan ditingkatkan pemahaman dan kesamaan persepsi terkait pengelolaan anggaran yang ada di Ditjen Penyediaan Perumahan dengan masing-masing daerah di era otonomi ini,” jelasnya.

 

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, sektor properti yang mulai pulih ini juga mempengaruhi produk-produk properti yang menyasar kelas menengah atas.

Cinere Parkview yang dikembangkan PT Megapolitan Developments Tbk di Cinere, Depok, Jawa Barat, misalnya, menghadapi peningkatan penjualan.

“Kenaikan penjualannya mencapai 25 persen pada dua bulan pertama 2017 dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Iklim bisnis yang semakin membaik ini sangat terasa khususnya segmen premium,” papar Director of Sales & Marketing Megapolitan Desi Yuliana, di Jakarta.

Menurut Desi, konsep produk yang dipasarkan juga mendukung, seperti kualitasnya baik dan sesuai kebutuhan konsumen.

Pembangunan perumahan ini di atas lahan seluas 7,7 hektar, Cinere Parkview menyediakan ruang terbuka hijau seluas 1,2 hektar ditunjang dengan aksesibilitas yang mudah sebab mempunyai 2 akses in-out dari Jalan Cinere Raya dan Jalan Krukut Raya.

Lokasinya juga sangat mudah diakses melewati tiga jalan tol, yakni Cinere-Jagorawi, Depok-Antasari, dan Cinere-Serpong yang akan beroperasi tahun 2019.