Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

SURABAYA, INAPEX.co.id – Kendati isu politik semakin memanas jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019, namun beberapa proyek hunian vertikal masih menggeliat di kawasan Surabaya Timur.

Apalagi, realisasi proyek pembangunan infratruktur terus meningkat. Bahkan banyak perubahan penting pada fasilitas kelas A, seperti Bandara Internasional Juanda, Middle East Ring Road (MERR), Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), pusat perekonomian, serta sejumlah kampus negeri maupun swasta, membuat kawasan ini tetap menarik minat pemilik modal untuk membangun proyek baru.

Salah satu investor yang melirik potensi pasar tersebut yaitu PT Tiga Pilar Utama Sejahtera (TPUS). Sejatinya, TPUS sudah mempunyai proyek apartemen di Surabaya Timur. Namanya Apartemen Menara Rungkut.

Lokasinya di kawasan Rungkut, hanya lima menit dari SIER, MERR, maupun Bandara Internasional Juanda. Namun, saking ‘manisnya’ pasar di Surabaya Timur, TPUS pun menambah proyek apartemen di kawasan ini.

Namanya Biz Square. Lokasinya bersebelahan dengan proyek sebelumnya. Tak tanggung-tanggung ada 500 kamar yang dibangun dan tersebar di 19 lantai.

Direktur Utama TPUS Agung Hadi Tjahjanto mengakui jika pasar apartemen di Surabaya Timur tetap yang bergairan bila dibandingkan dengan market yang sama di barat, selatan, utara maupun pusat.

Untuk itulah korporasinya mantap untuk kembali menjejakkan proyek barunya di Surabaya Timur.  “Di Surabaya itu, market apartemen yang tinggi di wilayah barat dan timur. Tapi ada perbedaan di antara keduanya. Kalau barat itu untuk apartemen kelas atas, nah timur ini sedikit di bawah barat,” kata Agung ketika topping off Biz Square di Surabaya.

Menurutnya, TPUS percaya diri membangun proyek kembali di Surabaya Timur, karena penjualan sebelumnya memberikan hasil yang memuaskan.

Proyek sebelumnya yang juga berjumlah ratusan unit, terjual signifikan sejak dibangun tahun 2014. “Konsumen yang sebelumnya sudah beli di proyek pertama, banyak yang nanya, kapan kami akan bangun lagi. Ya akhirnya kami wujudkan sekarang ini,” katanya.

Masih dikatakan Agung, di TPUS, pembeli apartemen mayoritas adalah end user. Kontribusinya antara 60-70 persen.

Sisanya, antara 30-40 persen adalah investor. “Kalau yang beli itu kebanyakan end user, maka proyek itu akan lebih hidup. Karena tujuannya untuk ditempati. Perekenomian di sekitarnya juga akan cepat berjalan,” ujar Agung.

Ditambahkan Agung, optimis proyek Biz Square juga akan menangguk sukses seperti proyek sebelumnya. Sebab, selain fasilitas umum kelas A, Biz Square juga menawarkan harga yang sangat bersahabat.

“Harga yang ditawarkan sepadan dengan kualitas yang diberikan,” ujarnya.

Ketua Kamar dagang dan Industri (Kadin) Surabaya Jahmadi menambahkan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli apartemen.
Sebab, ke depan, harga apartemen akan mengalami kenaikan yang luar biasa. “Sebelumn mahal, sebaiknya ya beli saja sekarang,” katanya.

Jamhadi menegaskan, penyebab kenaikan itu salah satunya karena jumlah hunian vertikal di Kota Pahlawan yang terus bertambah.

Menyusul semakin mahalnya harga hunia horizontal akibat lahan yang terus menyempit. “Apalagi konsep city map Surabaya adalah vertikal. Jadi, ya sekarang lah saat yang tepat untuk punya apartemen,” ingat Jamhadi.