Pembangunan Hunian Semakin Pesat, Mal Baru Menjadi Pelengkapnya
Aeon Mall (Foto: bisnisupdate)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Proyek pembangunan hunian semakin pesat, mal baru jadi pelengkapnya dan okupansinya pun meningkat pada kuartal II-2017 khususnya dari sektor Food and Beverages (F and B).

“Serapan pada triwulan ini mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya dengan adanya tambahan pasokan baru seluas 22.500 meter persegi,” imbuh Head of Research Jones Lang LaSelle (JLL) James Taylor, di Jakarta, Kamis (20/7).

James menuturkan bahwa pada kuartal II-2017 penyerapan ruang ritel tercatat 15.000 meter persegi dengan okupansi atau tingkat hunian 89 persen.

Dalam 5 tahun ke depan, okupansi mal diprediksi lebih dari 90 persen. Adapun persediaan yang diperkirakan bertambah tahun ini seluas 82.500 meter persegi berasal dari Aeon Mall di Jakarta Garden City (JGC).

Pada 2019, pasokan bertambah sebanyak 160.000 meter persegi dengan rampungnya proyek Pondok Indah Mall dan Southgate Mall.

“Permintaan ritel masih didominasi F and B serta hiburan, karena banyak orang menjadikan mal sebagai tujuan akhir pekan,” ucap James.

Adapun, dari segi ketersediaan ruang ritel kini ada sebanyak 2,9 juta per meter persegi dengan rata-rata harga sewa Rp.498.193 per meter persegi per bulan. Harga sewa tersebut stagnan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, PT Sentul City Tbk bersama konsorsium PT Akses Prima Indonesia (API) dan PT Telkom Indonesia Tbk bekerjasama pengadakan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan multimedia berbasis fiber optic di Sentul City, Bogor.

Presiden Direktur PT Sentul City Tbk, Keith Steven Muljadi, menuturkan salah satu hal yang diwujudkan untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni hunian ialah memperbaiki infrastruktur telekomunikasi dengan teknologi terkini.

“Karena infrastruktur berbasis fiber optic sejauh menjadi semakin dibutuhkan hingga ke pengguna akhir, yaitu rumah, kantor maupun gedung-gedung di kawasan perumahan dan pembangunan BTS akan memperkuat dan memperluas jangkauan sinyal dari operator-operator telekomunikasi,” jelas Steven di Sentul Highlands Golf, Bogor, baru-baru ini.

Kerja sama ini, tambah Teuku Muda Nanta, Executive Vice President Telkom Regional 2 Jabotabek, juga akan meliputi penerapan sistem CCTV dengan komando terpusat dan di keseluruhan kawasan perumahan.

Dengan cara tersebut pengelola kawasan dapat memonitor dan mengendalikan beragam sumber daya di dalam kawasan hunian lebih efektif dan efisien. Telkom juga melihat kota mandiri Sentul mempunyai prospek bagus ke depan untuk menjadi “kota digital“.

“Tujuannya kan memaksimalkan pelayanan kepada warganya dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” kata Steven. Kawasan hunian ini adalah salah satu implementasi API untuk membangun jaringan infrastruktur telekomunikasi nasional.

“Dan Sentul City bisa menjadi percontohan yang penting. Infrastruktur telekomunikasi terutama untuk multimedia dan internet sudah menjadi kebutuhan primer, terutama bagi generasi masa depan. Mudah-mudahan pada Agustus nanti sudah ada satu cluster yang full tersambung fiber optic,” tutupnya.