Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Wacana proyek hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di DKI Jakarta, diharapkan mampu mendukung sejumlah isu utama. Bahkan proyek ini merupakan salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal.

Diantaranya, seperti Busway/BRT, Kereta api kota (MRT), Kereta api ringan (LRT), serta dilengkapi jaringan pejalan kaki dan sepeda. Dengan demikian perjalanan/trip akan didominasi dengan menggunakan angkutan umum yang terhubungkan langsung dengan tujuan perjalanan.

Melihat wacana TOD tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan, pihaknya meminta pembahasan TOD harus mendukung tiga isu utama yaitu, lapangan pekerjaan, pendidikan dan keterjangkauan harga (affordability).

“Pembahasan TOD di Forum Grup Diskusi (FGD) terkait pembangunan transit oriented development (TOD) di Jakarta, saya harap tidak lepas dari tiga isu utama yang dihadapi DKI,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta, baru-baru ini.

Sandiaga Uno menegaskan, keberadaan TOD harus dapat diarahkan untuk menyediakan lapangan pekerjaan baru, sekaligus menjadi tempat penataan pedagang kaki lima (PKL). Tidak hanya itu, kata Sandiaga, TOD juga harus memudahkan akses untuk ke sekolah. Sehingga para pelajar tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi, melainkan transportasi massal menuju ke sekolah.

“Selama ini belum terpikirkan. Nanti bagaimana orang kedepan harus sekolah tanpa kendaraan pribadi, tetapi kendaraan umum. Seperti kereta api, MRT, LRT dan lainnya,” ujar Wagub DKI Jakarta.

Sehingga, lanjutnya, kemacetan lalu lintas di Jakarta akibat banyaknya kendaraan pribadi, bisa berkurang. Bahkan distribusi pangan dan  logistic lainnya. Sehingga harga barang dan kebutuhan pokok di DKI Jakarta bisa lebih murah dan terjangkau di lapisan masyarakat berpenghasilan rendah.

Sandiaga berharap FGD ini juga merumuskan pengembangan kawasan yang menjadi titik-titik sejarah di Jakarta. Seperti Masjid Istiqlal dapat terintegrasikan dengan stasiun terdekat. Begitu juga dengan kawasan Tanah Abang dapat dihubungkan dengan titik sejarah di kawasan tersebut.

“Sehingga, bisa kita bangun konektivitas karena pariwisata akan jadi sumber dari penciptaan lapannga kerja yang baik bagi warga Jakarta. Selain itu, Teman-teman di FGD ini mungkin bisa pikirkan juga bagaimana TOD ini bisa memberikan solusi permasalahan perumahan yang dapat disinkronkan dengan program DP nol rupiah,” terangnya.